Pakar psikologi forensik, Dr Reza Indragiri Amriel mengaku risau atas maraknya perilaku seks di luar nikah. Karena hal inilah, dia pun memberi nasihat kepada siswa saat menghadiri kajian akbar berjudul Strategi Atasi Perilaku Menyimpang di Kalangan Generasi Z di Tengah Pandemi yang digelar SMA Muhammadiyah Dua (Smamda) Surabaya, Sabtu (23/4/2022).
Menurut dia, masyarakat kini semakin menganggap persoalan seks di luar nikah adalah hal yang wajar. Ini yang ditekankan ke siswa agar jangan sampai menganggap wajar perilaku tersebut.
“Kita harus tegas soal pelaku perzinahan. Seks di luar nikah ini tidak bisa kita anggap hal wajar,” ungkapnya kepada siswa Smamda Surabaya yang hadir sore itu.
Persoalan ini menjadi perhatian dan tugas serius bagi dirinya, guru dan orang tua. Pasalnya ini berkaitan dengan emosi anak.
“Kalau orang tua, para guru bisa menata perilaku emosi mereka (anak) maka mudah-mudahan perilaku emosi bisa tertata dengan baik,” sambungnya.
Dijelaskannya, sejak disahkannya undang-undang penghapusan kekerasan seksual, ini salah kaprah. Kenapa?
“Aktifitas seks di luar nikah baru dianggap persoalan hukum hanya dilakukan berdasarkan keterpaksaan. Sehingga kalau ada aktifitas seks di luar nikah kalau didasari atas suka sama suka, mau sama mau, maka jangan dianggap bermasalah. Pada titik inilah kita sudah kecolongan,” tegasnya.
Sementara Kepala Smamda Surabaya Astajab MM mengakui bahwa banyak persoalan yang tengah dihadapi siswa sebagai generasi z.
“Untuk itula kami menghadirkan Dr Reza dengan harapan memberikan pencerahan khususnya generasi z,” kata Astajab.
Menurutnya, generasi saat dihadapkan dengan penyimpangan sosial, seperti salah satu yang dijelaskan pakar psikologi dokter Reza yakni perilaku seks di luar nikah.
“Kita ingin membentengi anak-anak agar bisa mengelola informasi dengan baik dan harapannya tidak ada penyimpangan sosial,” tandas dia. Bagus












