Tinjau Jembatan Rusak Talun Brak, Wabup Mojokerto Gus Barra : Ini Kewajiban Kami

Kepiluan warga Dusun Talun Brak, Desa Talun Blandong, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto yang kerap was-was saat melintasi jembatan Talun Brak mengundang perhatian tersendiri bagi Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra. Senin (23/5/2022) siang, orang nomor dua di Pemkab Mojokerto tersebut meninjau langsung jembatan yang rusak dan mendengar keluh kesah warga.

Kedatangan Gus Barra, sapaan akrab wabup Mojokerto yang didampingi beberapa anggota TNI dan Polri disambut hangat oleh warga setempat dan beberapa pejabat desa.

Wadi, Kepala Dusun Talun Brak mengatakan, pihaknya sangat berharap kepada pemerintah daerah Mojokerto supaya segera memberikan segala bentuk bantuan untuk perbaikan Jembatan Talun Brak. Tujuannya agar warga yang tinggal di utara sungai, yang akan melewati Jembatan Talun Brak, untuk melakukan kegiatan sehari hari, dapat tenang dan aman.

Wadi bersama warga lainnya, selama ini telah swadaya memperbaiki Jembatan Talun Brak sepanjang 60 meter dan lebar 2,2 meterb tersebut dengan seadanya. Meski sementara masih bisa dilewati, namun mereka sangat kuatir apabila banjir itu datang lagi, akan menghempaskan tiang pancang jembatan itu.

Baca juga  Gubernur Khofifah Resmikan JATIM HUB di Sidoarjo, Karantina Terpadu Pertama di Indonesia

“Bagi kami, Jembatan Talun Brak ini sangat vital. Kami menggarap sawah, kami ngantar anak sekolah, kami pergi berobat, kami ke Kantor Desa dan lainnya ini, melewati Jembatan Talun Brak yang sangat berarti bagi kehidupan kami. Meskipun, jembatan ini bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor. Hati kami masih was was melewatinya. Kalau dulu sebelum rusak, jembatan ini bisa dilewati mobil. Sekarang, mobil harus memutar melewati wilayah gresik yang panjangnya sekitar 10 Km. Mudahan, keluhan kami dapat terwujud,” terang Wadi.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Talun Blandong, Anton Suprapto. Ia merasa bahagia atas kunjungan Gus Barra sekaligus berharap permasalahan yang menimpa warga Dusun Brak dapat segera terselesaikan. 

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Gus Barra. Sebenarnya tahun 2021 sudah kami ajukan untuk BK Desa sebesar 1,3 M, namun sampai saat ini tidak terealisasi, ” kata Anton. 

Baca juga  SMK YPM 1 Taman Gelar Talkshow Bimbingan Jabatan: Menguatkan Mental, Menajamkan Arah Karier Siswa

Ia berharap tahun 2023 BK Desa dapat terealisasi. Sebelumnya ia bersama warga bergotong royong dengan merogoh kocek pribadinya. 

“Awalnya, kami hanya bermodal 2 juta, alhamdulillah kami bangun swadaya seadanya. Jembatan Talun Brak yang menghubungkan Dusun Talun Blandong dan Dusun Brak di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong,” ungkapnya.

Sementara itu, Gus Barra yang juga sebagai Ketua Pogram Pengentasan Kemiskinan Jawa Timur untuk wilayah Kabupaten Mojokerto berjanji akan segara meneruskan aspirasi warga yang tinggal di sekitar Jembatan Talun Brak.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi jembatan di sini. Yang paling mungkin adalah melalui BK Desa. Kami akan berbuat semaksimal mungkin untuk membantu perbaikan jembatan ini, ” ungkap Gus Barra.

Jembatan Talun Brak yang masih rusak itu melintang di atas Kali Lamong, sangat berarti bagi warga yang tinggal di utara sungai, untuk beraktivitas di selatan sungai. Setidaknya terdapat 60 Kepala Keluarga (KK) yang ber KTP Mojokerto. 

Baca juga  Pererat Koneksi dan Jaringan Antarpegiat Lingkungan, SMK YPM 1 Berkunjung ke Eco Enzyme Nusantara Pamekasan

“Walau sebagian tanah disini masuk wilayah Kabupaten Gresik namun warga di sini ber KTP Mojokerto. Ini kewajiban kami  untuk mengakomodir segala kepentingan masyarakat, ” ujar Gus Barra juga sebagai Ketua GP Ansor Kabupaten Mojokerto.

Sebagaimana diberitalan sebelumnya, jembatan Talun Brak kondisinya memang mengkhawatirkan. Tiang beton penyangga di tengah jembatan kondisinya miring dan rentan roboh. Lima bulan yang lalu jembatan ini rusak parah akibat banjir. Pemkab Mojokerto sempat menjanjikan perbaikan jembatan itu dalam waktu yang singkat.

Namun hingga kini hal itu tidak terealisasi. Tidak ada perbaikan dan hanya ada bantuan tiang beton 15 buah yang tergeletak di sisi selatan sungai. Warga setempat kemudian dengan swadaya memperbaiki jembatan itu. Meski bisa dilewati motor dan pejalan kaki, namun jembatan tersebut jauh dari kata aman untuk dilalui. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *