Dirjen Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief bersyukur, haji 1443 H/2022 M bisa terselenggara dengan baik, meski waktu persiapannya cukup mepet. Namun demikian ada beberapa hal yang menjadi sorotan perlu diperbaiki. Misalnya soal biaya haji dan visa mujamalah.
Menurutnya, perlu dipikirkan skema terbaik untuk menjaga keberlangsungan perjalanan ibadah haji, sekaligus keberlanjutan pengelolaan keuangan haji. Tahun depan, lanjut Hilman, sebagian jemaah adalah mereka yang sebenarnya sudah harus berangkat sejak 2020. Sementara sebagian lagi, diperkirakan adalah mereka yang memang baru akan diberangkatkan pada 2023.
“Tentu akan ada banyak diskusi tentang biaya haji ke depan. Apalagi, meski layanan haji tahun ini lebih baik, namun biaya hajinya cukup tinggi,” jelas Hilman dalam siaran pers saat menggelar Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 H/2022 M di Batam, Selasa (30/8).
Dia mengaku perlu ada analisa kelayakan biaya yang proporsional dengan layanan yang diterima jemaah. “Juga perlu dimitigasi sejak dini dalam evaluasi ini, berapa layanan yang layak dan proposional dengan biaya haji ke depan,” sambungnya.
Hilman berharap, narasumber yang hadir dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bisa memberikan pencerahan. Persoalan lain yang digarisbawahi Hilman terkait Visa Mujamalah. Isu visa mujamalah cukup mewarnai haji 2022. Cukup banyak jemaah yang batal berangkat, dan itu berdampak besar ke Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
“Perlu ada sumbangan pemikiran yang brilian dari peserta, aspek apa dari visa mujamalah yang bisa kita atur ke depan,” sebut Hilman. “Perlu ada kesepakatan antara pemerintah sebagai regulator dan PIHK sebagai penyelenggara,” lanjutnya.
Hilman juga menyoroti masalah dam. Menurutnya, Indonesia saat ini mengirim jemaah terbanyak. Lebih 90% jemaah Indonesia mengikuti prosesi Haji Tamattu’ sehingga harus membayar dam. “Perlu difikirkan apa yang bisa kita kontribusikan untuk penguatan tata kelola dam di Saudi. Mungkinkah jemaah haji bisa berkontribusi dengan bisa membawa daging dam ke Indonesia. Ini ide yang banyak dilontarkan berbagai kalangan,” ucapnya.
“Mudah-mudahan kita bisa merumuskan kebijakan yang bisa meningkatkan,” tegasnya. Bg






