SD Muhammadiyah 18 Surabaya menyambut baik kebijakan Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya yang menyatakan Tari Remo wajib masuk ekstrakulikuler di sekolah.
Kepala Urusan Humas SD Muhammadiyah 18, Ustazah Mitha mengaku bahwa program ekstrakulikuler Tari Remo wajib di sekolah merupakan program yang bagus.
“Program dinas tersebut cukup bagus,” ungkapnya dikonfirmasi majalahnurani.com, Selasa (20/19).
Menurutnya Tari Remo memiliki banyak peran dalam kegiatan. Seperti sebagai pembuka untuk acara. “Sekaligus dapat dikenalkan kepada siswa untuk melestarikan budaya Indonesia. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Tari Remo tersebut,” sambungnya.
Meski demikian, soal Tari Remo yang wajib masuk ekstrakulikuler, perlu disosialisasikan lebih dulu ke sekolah-sekolah. “Perlu adanya sosialisasi lebih lanjut kepada seluruh kepala sekolah dasar,” sarannya.
Ustazah Mitha mengaku bahwa di SD Muhammadiyah 18 Surabaya sebelumnya sudah ada Tari Kreasi. “Di sekolah kami ada ekstrakurikuler Tari Kreasi. Untuk spesial Tari Remo belum ada,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh kepada majalahnurani.com menyatakan Tari Remo masuk ekstrakurikuler wajib untuk pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Ibu Kota Jawa Timur menjelang semester genap.
“Capaian Rekor MURI Tari Remo Massal itu, sebagai pembuka diwajibkannya ekstrakurikuler tersebut,” ujarnya.
Diakui, sebenarnya sudah ada ratusan lebih sekolah yang mempunyai ekstrakurikuler Tari Remo, namun belum diwajibkan. “Setelah ini akan kami rutinkan dan pendalaman soal Tari Remo,” katanya.
Dengan diwajibkannya Tari Remo sebagai ekstrakurikuler, lanjut dia, diharapkan remaja Kota Pahlawan lebih banyak memanfaatkan waktu untuk berkegiatan positif di sekolah. Selain itu, pelajar Surabaya ke depannya akan tahu nilai-nilai budaya dan filosofi dari Tari Remo.
“Dengan cara ini, maka nilai-nilai budaya itu secara tidak langsung tertanam sejak dini di dalam diri para pelajar,” tegasnya. Bagus












