Musrenbang RKPD 2024, Wali Kota Mojokerto Prioritas Sektor Pariwisata hingga Zero Stunting

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melali Bappedalitbang menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024 di Hall Raden Wijaya Hotel & Convention Center, selama dua hari, 7 dan 8 Maret 2023.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam arahannya di pembukaan Musrenbang menyampaikan 11 prioritas capaian pembangunan di tahun 2024, mulai target sektor pariwisata hingga zero stunting.

Kegiatan musrenbang dilakukan guna menajamkan program pembangunan mengutamakan prioritas kebutuhan yang sangat mendesak untuk menjadi program yang efektif, khususnya terkait pembiayaan demi menjawab permasalahan pembangunan yang mendasar.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam Musrenbang RKPD 2024

Dikatakan Wali Kota, Musrenbang bertujuan dalam rangka bersinergi dan berkolaborasi untuk bersama-sama mencurahkam ide dan gagasan untuk kota Mojokerto untuk tahun yang akan datang. Ia menyebut, seluruh pembangunan di kota Mojokerto sudah menerapkan partisipasi dari seluruh pihak.

“Sehingga pembangunan yang dilakukan pemkot Mojokerto, baik infrastruktur maupun SDM benar-benar berbasis kebutuhan,” ujar Ika Puspitasari.

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Walikota, di tahun 2023 yang sedang berjalan, pemkot Mojokerto masih berfokus pada pemilihan ekonomi. Namun demikian pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto sudah sangat bagus di angka 5,56 persen.

Baca juga  Ciptakan Lingkungan Sehat, Komisi II DPRD Kota Mojokerto Usulkan Raperda Cegah Permukiman Kumuh

“Terimakasih, itu semua adalah kekuatan dari sektor ekonomi dari hulu sampai ke hilir, yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya, itulah yang menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto hingga mampu tumbuh diangka normal,” ujar Ning Ita, Selasa (7/3/2023).

Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini menyampaikan, sepertiga negara di dunia saat ini mengalami resesi ekonomi. Inilah yang harus dijaga agar ketahanan ekonomi nasional dan daerah yang komponen kekuatan ekonomi nasional harus kuat agar tidak terdampak resesi.

Pembangunan Kota Mojokerto 2024 mengusung tema Menguatkan ketahanan ekonomi kota melalui optomalisasi potensi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang didukung dengan pembangunan infrastruktur berkelanjutan serta transformasi tata kelola pemerintahan.

Tema itu dijabarkan menjadi 11 prioritas. Salah satunya sektor pariwisata. Ning Ita mengatakan, Kota Mojokerto mendapatkan alokasi dari DAK atau dana dari pusat untuk pembangunan sektor pariwisata. Ini hasil dari perencanaan terintegrasi. Maka dibangun Wisata Bahari Mojopahit atau Perahu Mojopahit yang menggunakan potensi aliran sungai Ngotok.

Baca juga  Kado HJKS ke-733, Pemkot Tambah Empat Mobil Perpustakaan Listrik

“Tahun 2023 ini Pemkot Mojokerto mendapatkan alokasi DAK Tematik terintegrasi yang berasal dari 5 kementerian dengan total nilai Rp57 miliar. Tahun2024 nanti pengerjaan proyek strategis tersebut harus selesai. Ini kita jadikan prioritas,” jelas Ning Ita.

Dalam sektor pariwisata, Ning Ita menyebut ada prioritas ekonomi kreatif yang tidak dapat dipisahkan dari sektor pariwisata.

Selain itu, prioritas lainnya adalah Kota Mojokerto menuju zero stunting dan zero kemiskinan ekstrim. Menurut Ning Ita, ini bagian dari goal yang harus dicapai di dalam Reformasi birokrasi (RB) berdampak pemkot Mojokerto.

“Meskipun secara teori namanya stunting dan kemiskinan ekstrim tidak akan pernah nol, pasti ada angkanya, namun kami berani memasang target itu karena kita punya upaya-upaya yang tepat sasaran dan bisa kita buktikan dalam 4 tahun ini bagaimana penurunan angka stunting bisa berhasil dan ini bagian dari kita bisa menyabet penghargaan sebagai kota terinovatif se Indonesia, salah satunya inovasi penanganan stunting, ” jelas Ning Ita.

Baca juga  Cegah Stunting, Pemkot Mojokerto Kampanyekan Ibu Hamil Sehat

Kota Mojokerto dalam empat tahun terakhir memang mengalami lompatan ranking. Tahun 2019 kota Mojokerto berada di ranking 280 dan selama 4 tahun bisa mengejar ketertinggalan dan mampu menjadi nomor satu, bahkan bisa menyalib Kota Surabaya. Ini membuktikan kekuatan kolaborasi dan gotong royong akan mampu mengalahkan apapun.

“Pemkot Mojokerto tidak bisa bergerak sendiri. maka kita manfaatkan forum untuk bisa berkontribusi memberikan ide-ide gagasan namun harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Ning Ita.

Sebelumnya, Musrenbang juga sudah dilakukan secara berjenjang, mulai tingkat kelurahan, tingkat kecamatan dan Musrenbang Tematik yang melibatkan komunitas anak, perempuan dan kaum disabilitas.

Musrenbang kali ini memang dihadiri oleh pihak dari lintas sektor, baik stakeholder maupun masyarakat.
Dari sektor pemerintahan, terdapat Kepala Bakorwil Bojonegoro mewakili Bappedalitbang Jatim, Forkopimda Kota Mojokerto, asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, kepala sejumlah instansi vertikal di lingkungan Pemkot Mojokerto. Serta perwakilan Bappedalitbang dari Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Sidoarjo. Adv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *