Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) menggelar Event Semampir Berkarya di Alun-Alun Surabaya, Selasa (18/4). Di kegiatan ini memamerkan produk unggulan hasil dari kampung kreatif. Selain itu juga ada talkshow serta parade fesyen show.
CDP Manager GNI Cicik Sri Rejeki menjelaskan, event ini dalam rangka mewujudkan Kampung Ramah Anak di Kecamatan Semampir Surabaya.
“Dimana salah satu indikatornya adalah Kampung Kreatif dan Produktif dengan menggiatkan Kampung dengan Produk Unggulan (Communal Branding) di 5 kelurahan,” tuturnya diwawancarai Bagus wartawan majalahnurani.com.

Lebih dari itu, kata Cicik, GNI juga memberikan pembekalan melalui pemahaman pentingnya suatu merek.
“Ketika ada merek dan tidak, itu apa bedanya. Sehingga nanti ada peningkatan nilai kualitas. dari produknya,” paparnya.
Ditekankan juga bahwa ini merupakan kampung ramah anak, maka pengusaha juga harus berpartisipasi hadir mensupport kampung ramah anak. Contohnya dengan menyisihkan sedikit keuntungan berjualan untuk sosialisasi perlindungan anak. Kegiatan ini juga didukung mulai dari lurah kecamatan, sampai Pemkot Surabaya.
“Jadi sangat mendukung,” ucap wanita berkacamata ini.

Ada lima produk kampung unggulan yang dipamerkan. Mulai ujung kampung jamu, kampung pentol Sidotopo, kampung fesyen aksesoris Pegirian, kampung lontong Wonokusumo dan kampung jajanan khas Ampel. Cicik juga terus mendorong 30 kecamatan lainnya agar memiliki usaha dan bermerek.
“Serta mereka peduli dengan isu sosial,” harapnya.
Nantinya para UKM ini juga akan mendapat support dari koperasi, pemkot, untuk perizinan PIRT serta sertifikasi halal untuk memenuhi peningkatan kualitas.

Project Officer Semampir Berkarya, Choirul Anwar mengakui pihaknya senantiasa mensupport UMKM di lima kelurahan agar naik kelas serta mensupport pemenuhan hak anak.
“Ini baru pertama kali digelarnya comunal branding. Rencananya Bulan Mei akan dilakukan juga di 30 kecamatan,” imbuhnya.
Choirul juga mengajak masyarakat jangan patah semangat ketika membranding produk. Dia tak menampik jika awal membranding produk sangatlah berat.
“Tapi, ketika sudah ada pendampingan dari konsultan, baik dari kemasan, promo offline atau online, maka akan naik kelas,” tegasnya. Bagus












