Kementerian Agama (Kemenag) hingga kini terus berikhtiar mencari tiga jemaah haji yang hilang di Makkah.
Salah satu langkah pencarian Kemenag adalah dengan melakukan tes DNA terhadap keluarga korban.
“Tes DNA akan dilakukan untuk mencocokkan dengan jenazah tanpa identitas yang ada di Arab Saudi,” kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latif, Senin (28/7/2025).
Menurut dia, upaya pencarian terus dilakukan dengan menyisir rumah sakit dan kamar jenazah, meski hasilnya masih nihil.
Selain itu, dari sekitar 40 jemaah yang sempat tertahan di Arab Saudi karena alasan kesehatan, sebagian sudah kembali ke Tanah Air. Namun, ada juga jemaah yang wafat dan dimakamkan langsung di tanah suci.
Pemerintah berharap melalui tes DNA ini bisa ditemukan titik terang mengenai nasib ketiga calon haji yang hilang secara misterius.
Adapun Ketiga yang hilang tersebut adalah Nurimah (80) dari Kloter 19 Embarkasi Palembang, Sukardi (67) dari Kloter 79 Embarkasi Surabaya, dan Hasbulah (73) dari Kloter 7 Embarkasi Banjarmasin. Mereka dilaporkan tidak kembali setelah pelaksanaan ibadah haji yang rampung awal Juli 2025. (Ym)






