Hujan deras mengguyur Kota Semarang menyebabkan ribuan rumah tergenang banjir, jalan utama lumpuh, dan aktivitas warga terganggu.
BPBD Kota Semarang mencatat sebanyak 38.180 jiwa terdampak banjir, dengan 4.265 jiwa berasal dari Kecamatan Genuk dan 33.915 jiwa dari Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.
Genangan terjadi di sejumlah titik seperti Bangetayu Kulon, Banjardowo, Gebangsari, dan Genuksari dengan ketinggian air 20-60 sentimeter. Sementara di kawasan Jalan Nasional Kaligawe, air setinggi setengah meter membuat arus lalu lintas tersendat.
“Genangan terjadi karena sistem drainase tidak mampu menampung debit air, ditambah luapan Sungai Tenggang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari kepada media Sabtu (25/10).
Air juga merendam area depan RSI Sultan Agung dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter, sehingga sejumlah pasien dievakuasi.
Hingga kini BPBD Kota Semarang bersama pemerintah daerah terus melakukan penyedotan air. Di Rumah Pompa Tenggang, dua dari enam unit pompa beroperasi, sementara empat lainnya masih dalam peningkatan sistem. Bantuan pompa tambahan juga datang dari BPBD Jawa Tengah dan Pusdataru. (Bg






