Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, meraih dua penghargaan dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat dalam ajang East Java Land Transport Meeting (EJLTM) 2026, yang digelar di Wyndham Hotel Surabaya, Jumat (9/10) lalu. Penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB), Pelayanan Publik Terbaik Pertama, serta Angkutan Kota Inovatif dan Terintegrasi.
Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan penghargaan di bidang pengujian kendaraan bermotor, diraih berkat upaya Pemkot Surabaya memenuhi standar pelayanan dan mengintegrasikan sistem pengujian, dengan aplikasi yang dikembangkan Kementerian Perhubungan.
“Pemerintah pusat memiliki Aplikasi BLUe (Bukti Lulus Uji Elektronik) dan sistem BLUe Full Cycle, agar data pengujian kendaraan bermotor di daerah terpusat dan bisa dipantau langsung, oleh Kementerian Perhubungan. Surabaya berupaya memenuhi kebutuhan sistem tersebut, mulai dari pembaruan perangkat lunak, hingga perangkat pendukungnya,” kata Trio, Senin (12/10).
Ia menjelaskan, Dishub Surabaya terus menyesuaikan fasilitas pengujian, di Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Tandes dan Wiyung. UPUBKB Tandes melayani kendaraan kecil, sedangkan Wiyung menangani kendaraan besar, termasuk truk. Sejumlah peralatan masih menggunakan perangkat yang sudah ada, dengan pemeliharaan rutin untuk menjaga keandalan operasional dan memastikan pelayanan, tetap berjalan optimal.
“Peralatan kami memang tidak semuanya baru, tetapi pemeliharaan dilakukan setiap tahun. Kami juga terus memperbarui perangkat lunak dan memenuhi, kebutuhan perangkat pendukung secara bertahap. Yang terpenting, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan pengujian kendaraan, tidak sampai terhambat,” ujarnya.
Trio menambahkan, pemenuhan standar tersebut, dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan pengadaan perangkat. Menurutnya, pembaruan sistem harus diimbangi dengan kesiapan perangkat keras, agar proses pengujian berjalan optimal, tanpa menimbulkan antrean panjang bagi pemilik kendaraan.
Di sisi lain, perkembangan kendaraan listrik menjadi salah satu perhatian Dishub Surabaya, dalam meningkatkan kualitas pengujian. Trio menyebut fasilitas yang tersedia masih perlu dilengkapi, agar dapat mendukung pemeriksaan kendaraan dengan teknologi, yang semakin beragam, termasuk kendaraan listrik, yang membutuhkan metode pengujian berbeda, dari kendaraan berbahan bakar fosil.
“Perkembangan kendaraan harus diikuti kesiapan alat pengujian. Sekarang kendaraan listrik semakin banyak, sehingga kami perlu menyiapkan perangkat yang sesuai, termasuk untuk pemeriksaan baterai. Kebutuhan ini menjadi bagian dari evaluasi dan akan kami upayakan, pemenuhannya, secara bertahap,” jelasnya.
Ia menegaskan, Dishub Surabaya akan terus meningkatkan standar pelayanan, sekaligus menyesuaikan fasilitas dengan perkembangan teknologi transportasi. Upaya tersebut diharapkan menjaga kualitas pengujian kendaraan bermotor dan mendukung keselamatan transportasi darat.
Sementara itu, penghargaan kedua diberikan untuk kategori Angkutan Kota Inovatif dan Terintegrasi. Capaian tersebut menjadi pengakuan atas upaya Dishub Surabaya, dalam mengembangkan layanan transportasi perkotaan. Trio mengatakan peningkatan kualitas pelayanan akan terus dilakukan, agar sistem transportasi di Surabaya semakin terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mengikuti perkembangan teknologi transportasi. Kami akan berupaya memenuhi standar pengujian kendaraan, serta mengembangkan angkutan kota yang semakin terintegrasi agar masyarakat mendapatkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” pungkasnya. (yunus)






