Istri Gusdur dan Raja Jogja Sri Sultan Bahas Hukum RUU Perampasan Aset

Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bertemu dengan Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Keraton Kilen, Kota Yogyakarta, Kamis (23/7).

Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar tiga jam itu membahas berbagai persoalan kebangsaan.

Tokoh-tokoh GNB yang hadir antara lain Sinta Nuriyah Wahid atau Istri almarhum Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid yang dikenal sebagai tokoh Gusdurian yang juga putri sulung Gus Dur, dan Eks Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom.

Kemudian eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan mantan anggota Komnas HAM Beka Ulung Hapsara.

Baca juga  Dewan Pers Sesalkan Pernyataan Hotman Paris ke Wartawan 'Lu Punya Otak Engga?'

Lalu ada juga eks pimpinan KPK yakni Erry Riyana Hardjapamekas dan Laode M Syarif. Kemudian akadeisi dan cendekiawan di antaranya M Amin Abdullah, A Setyo Wibowo SJ, dan Ery Seda.

Selepas pertemuan, Alissa mengatakan GNB menemui Sultan mempertimbangkan Keraton Yogyakarta memiliki andil penting dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

“Bahkan (Yogyakarta) pernah menjadi ibu kota sementara pada saat kondisi-kondisi genting Indonesia itu Keraton Yogyakarta selalu memberikan kontribusi yang cukup besar,” kata Alissa.

“Kita juga tahu ’98, misalnya, Sri Sultan [HB X] adalah salah satu dari deklarator untuk Deklarasi Ciganjur dan lain-lain,” sambungnya.

Akademisi UIN Sunan Kalijaga M Amin Abdullah mengatakan salah satu topik yang dibahas adalah RUU Perampasan Aset yang dinilai GNB sebagai agenda prioritas.

Baca juga  Polisi Pastikan Keaslian Emas 74 Kg di Rumah Tersangka Jampidsus Febrie

“Karena itu sumber segala masalah. Kalau itu selesai Insya Allah semua akan mengikuti. Jadi itu harapan beliau dan kita-kita semua,” kata Amin. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *