Bandara IKN Berpeluang jadi Penopang Embarkasi Haji

Bandara IKN berpeluang jadi bandara penopang embarkasi Haji daerah Kaltim.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan proses perubahan status Bandara IKN menjadi internasional umum tengah berjalan. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) turut mendorong perubahan status tersebut agar bandara dapat dioptimalkan untuk kepentingan komersial.

“Bandara IKN masih berstatus bandara internasional untuk kepentingan khusus, dalam hal ini negara, tetapi sedang berproses untuk berubah status menjadi bandara internasional untuk umum,” kata Ferdinan, Sabtu (8/8/2026).

Ferdinan menyebut OIKN menyampaikan bahwa proses perubahan Peraturan Presiden (Perpres) telah diajukan kepada Sekretariat Negara.

Baca juga  Ketum AMPHURI Buka Pameran Haji-Umrah AITE di Surabaya

Setelah Perpres terbit, pemerintah akan menindaklanjutinya melalui perubahan Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur status Bandara IKN menjadi bandara internasional untuk umum.

Menurut Ferdinan, Bandara IKN memiliki infrastruktur landasan pacu yang menjadi salah satu yang terpanjang di Indonesia. Runway bandara memiliki panjang 3.000 meter dan lebar 45 meter.

Fasilitas tersebut memungkinkan Bandara IKN melayani pesawat berbadan besar, termasuk Airbus A380 yang merupakan salah satu pesawat penumpang terbesar di dunia dan dapat membawa lebih dari 800 penumpang dalam konfigurasi tertentu.

OIKN juga mendorong agar Bandara IKN dapat menjadi salah satu bandara penopang atau embarkasi haji di Kalimantan Timur.

Ferdinan mengatakan wacana tersebut telah menjadi salah satu pembahasan dalam rapat bersama OIKN. Namun, pemanfaatan Bandara IKN untuk penerbangan jemaah haji membutuhkan kesiapan sejumlah fasilitas pendukung.

Baca juga  BPKH Salurkan Rp2,06 Triliun Nilai Manfaat Tahap I ke 5,7 Juta Jemaah Tunggu Haji

“Dari OIKN juga mendorong bagaimana caranya Bandara IKN itu untuk menjadi embarkasi haji,” katanya.

Menurut Ferdinan, pemerintah perlu menyiapkan fasilitas sisi darat bandara sebelum menjadikan Bandara IKN sebagai penopang embarkasi haji. Fasilitas tersebut mencakup terminal penumpang, asrama haji, hotel, hingga rumah sakit dan layanan kesehatan.

Kesiapan fasilitas menjadi penting untuk mengantisipasi kondisi seperti penundaan atau pembatalan penerbangan. Pengelola harus mampu menampung jemaah dalam jumlah besar apabila terjadi gangguan penerbangan.

“Bisa tidak menampung dengan jumlah penumpang, dengan jumlah 400 pakai pesawat A330 kan, 400 lebih. Nah, terminalnya muat tidak? Banyak sekali pendukung-pendukungnya yang harus dibenahi,” jelas Ferdinan.

Ferdinan tidak menutup peluang Bandara IKN menjadi embarkasi haji penopang Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Baca juga  Terminal Khusus Umrah 2F Soetta Layani 14 Maskapai Mulai 7 Agustus

Konektivitas darat antara Balikpapan dan kawasan IKN yang semakin baik, termasuk rencana koneksi jalan tol, menjadi salah satu faktor pendukung. Jika konektivitas tersebut semakin optimal, perjalanan dari Balikpapan menuju Bandara IKN hanya sekitar satu jam. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *