Kejagung Sita Aset Rp338,3 Miliar, Kasus Korupsi Izin Pertambangan Bauksit PT QSS Kalbar

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita aset senilai Rp338,3 miliar dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) bauksit PT Quality Success Sejahtera (QSS) di Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2017-2025.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna mengatakan aset senilai ratusan miliar yang disita itu merupakan milik tersangka Sudianto alias Aseng selaku Beneficial Owner PT QSS.

Barang bukti itu disita oleh tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus dan Tim Badan Pemulihan Aset Kejagung di beberapa lokasi di wilayah hukum Kalimantan Barat pada 25-29 Agustus 2026,

Baca juga  Polisi Tangkap 322 Orang dalam Aksi Demo 27 Agustus

“Total nilai estimasi keseluruhan barang bukti yang disita oleh Tim Penyidik saat pelaksanaan penyitaan tersebut mencapai Rp338.358.700.000,” kata Anang dalam keterangan tertulis, Ahad (30/8).

Barang bukti yang disita itu meliputi aset tak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp1.438.700.000 di dua lokasi. Yakni, dua bidang tanah/bangunan di Kota Pontianak senilai Rp908.800.000 dan tiga bidang tanah/bangunan di Kabupaten Kubu Raya senilai Rp529.900.000.

Kemudian untuk aset bergerak meliputi sarana transportasi laut, alat berat dan armada operasional dengan estimasi senilai Rp336.920.000.000.

Rinciannya, di lokasi perairan/pelabuhan pertambangan PT QSS berupa tujuh unit kapal tongkang senilai total Rp210.000.000.000 dan sembilan unit kapal tug boat senilai total Rp90.000.000.000.

Baca juga  Penipuan Haji di Tulungagung, Total Kerugian Rp434 Juta

Lalu, di area site/pit pertambangan PT QSS disita 16 unit alat berat operasional pertambangan senilai total Rp32.000.000.000. Di area pool kendaraan/jalur logistik PT QSS disita 23 unit dump truck merek Hino senilai total Rp4.370.000.000 serta 23 unit dump truck merek Dongfeng senilai total Rp1.380.000.000.

Masih di area yang sama juga disita dua unit mobil operasional double cabin senilai total Rp400.000.000 dan satu unit mobil operasional single cabin senilai Rp150.000.000.

Disampaikan Anang, alat bukti yang termasuk barang bukti dilakukan, penyitaan, penyegelan, penitipan dan validasi aset bersama dengan Tim Satgas Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI.

“Barang bukti yang disita selanjutnya dititipkan dan diamankan sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana yang berlaku guna menjaga keutuhan serta nilai ekonomisnya,” ucap dia. Bg

Baca juga  Kepala Bea Cukai Kediri Ditahan KPK, Dugaan Korupsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *