Muhammadiyah Luncurkan Mentari Bayt Coin Berbasis Emas

Muhammadiyah menghadirkan Mentari Bayt Coin (MBC) sebagai wadah penjualan, cicilan, dan tabungan emas yang mengedepankan prinsip inklusivitas dan keadilan.

Peluncuran MBC digelar di Grha Suara Muhammadiyah (SM), Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP ’Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diklitbang) PP Muhammadiyah Bambang Setiaji, Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti Mubarok, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, jajaran perbankan, rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA), serta pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Haedar mengatakan bahwa aktivitas ekonomi dan investasi bukan hal baru bagi Muhammadiyah. Semangat tersebut bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan yang pada masa awal gerakannya juga dikenal sebagai seorang pengusaha batik.

Baca juga  Menteri Hukum di Unair Sebut RI Kuasai 25 Persen Paten ASEAN, Monetisasi Baru 0,08 Persen

“Muhammadiyah generasi awal itu tumbuh di pusat-pusat ekonomi pribumi yang kuat. Seperti di Jogja, kemudian ke Klaten, Surakarta, Surabaya, sampai ke Banyuwangi,” ujar Haedar.

Menurutnya, penguatan ekosistem bisnis Muhammadiyah merupakan bagian dari upaya memperkokoh gerakan Islam sekaligus mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan memberi dibanding menerima.

Semangat kemandirian tersebut kemudian mendorong berkembangnya berbagai Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

“Kita harus bisa menghidupi diri sendiri. Tidak mungkin pendidikan kita, kesehatan kita, sosial kita itu kuat, kalau kita tidak mandiri,” kata Haedar.

Haedar berharap MBC tidak hanya menjadi wadah investasi, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi instrumen pendanaan jangka panjang bagi pengembangan AUM.

Baca juga  Suahasil Nazara Dilantik Menjadi Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Melalui sistem angsuran berbasis emas, investasi tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan berbagai fasilitas Muhammadiyah, mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga lembaga-lembaga sosial.

“Bukan untuk melanggar dia. Tapi untuk umat, untuk masyarakat, untuk bangsa,” tutur Haedar.

Haedar menyebut kehadiran MBC sebagai salah satu langkah awal untuk memperkuat semangat kemandirian dan gerakan berkemajuan Muhammadiyah. Menurutnya, Islam Berkemajuan tidak boleh berhenti pada retorika dan gagasan normatif, tetapi harus diwujudkan dalam sistem, budaya, dan praktik nyata.

Ia menilai pengembangan investasi berbasis emas menjadi bagian dari semangat pembaruan Muhammadiyah dalam mengimplementasikan ajaran Islam di tengah kehidupan masyarakat.

“Bahwa Islam itu agama yang mengurus dunia dan akhirat. Dan untuk sampai ke akhirat kita lewat dunia. Dan untuk dunia ini harus bangun keseimbangan,” ucap Haedar.

Baca juga  Usai B50, Kini Prabowo Perintahkan Kembangkan Bensin E50

Sebagai bentuk komitmen terhadap kepercayaan masyarakat, Haedar menjadi pembeli pertama produk MBC. Rangkaian peluncuran kemudian ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT MBC dan sejumlah mitra perbankan, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI), KB Bank Syariah, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional (BSN). Acara juga dirangkaikan dengan peresmian gerai MBC yang berlokasi di Grha Suara Muhammadiyah. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *