Dugaan Keracunan MBG, Belasan Siswa SMPN 1 Mojoanyar Mojokerto Dilarikan ke Puskesmas

Puluhan siswa SMPN 1 Mojoanyar Kabupaten Mojokerto diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (7/10/2026).

Para siswa mengalami mual, pusing, lemas dan sakit perut tersebut dilarikan ke Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Diduga siswa mengalami keracunan MBG ynag dikonsumsi kemarin, Selasa (6/10/2026) dari SPPG Jabon.

Salah satu siswi SMPN 1 Mojoanyar, CK (kelas IX) mengaku mengalami mual, pusing dan sempat muntah sedikit mengeluarkan sisa daging ayam yang diduga dikonsumsi dari MBG kemarin, Selasa (6/10/2026).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati mengatakan, peristiwa ini masih dugaan keracunan MBG. Ada sekitar 15 siswa yang dilarikan ke Puskesmas Gayaman.

Baca juga  Pemerintah Kembali Salurkan BSU ke 13,3 Juta Buruh Hingga Desember

“Sekali lagi ini masih dugaan, kalau dugaan itu masih butuh bukti, ada sekitar 1.500 penerima manfaat, tadi yang ditemukan ada 27 anak tapi kondisi baik sudah diperbolehkan pulang, lalu 15 anak dibawa ke Puskesmas, dari jumlah itu ada 9 siswa yang masih di Puskesmas,” ujarnya.

Ia menegaskan kejadian ini masih akan didalami penyebabnya. Pihaknya juga sudah mengambil sampel sisa makanan.

“Harus dibuktikan secara klinis, bisa jadi yang bersangkutan ada alergi makanan. Dari 1.500 itu yang bergejala hanya 15 siswa,” terangnya.

“6 (siswa) sudah dalam kondisi membaik, kami sudah mengambil sampel makanan. Menu ayam, ada bumbu kacang sate dan acar,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, secara jam konsumsi sudah sesuai SOP. Diketahui, MBG didistribusikan ke sekolah sekitar pukul 10.50 WIB.

Baca juga  OJK Beri Keringanan Kredit untuk Korban Gempa NTT

“Untuk konsumsi sekitar pukul 11.30 WIB. Jadi kalau konsumsi itu maksimal 2,5 jam setelah didistribusikan. Kalau dari segi masak dan distribusi itu insyaaAllah sudah aman,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *