Muhammadiyah bersama PT Ausilabs Pharma Indonesia dan Ampro Singapore melakukan groundbreaking pembangunan pabrik obat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Investasi tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Ausilabs Pharma Indonesia dengan Ampro Singapore serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melalui Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Pembangunan pabrik ini diarahkan untuk memperkuat industri farmasi sekaligus membuka ruang hilirisasi hasil riset perguruan tinggi menuju industri manufaktur. Kolaborasi tersebut juga mencakup agenda alih teknologi, pemberdayaan tenaga kerja lokal, pemanfaatan sumber daya setempat, serta pengembangan produk dengan memperhatikan aspek sertifikasi halal.
Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir menegaskan bahwa pendirian pabrik obat merupakan wujud nyata dakwah Muhammadiyah dalam bidang kesehatan dan ekonomi strategis.
“Muhammadiyah selama ini telah mengelola ratusan rumah sakit dan klinik. Namun, kekuatan pelayanan kesehatan tersebut harus diimbangi dengan kedaulatan industri obat dan rantai pasoknya,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
Menurut Tafsir, groundbreaking tersebut menunjukkan komitmen Muhammadiyah untuk terus membuka ruang kolaborasi produktif dengan sektor publik maupun swasta. Kolaborasi itu diharapkan memberikan dampak berganda bagi perekonomian umat sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Sementara itu Chairman PT Ausilabs Pharma Indonesia, Rupesh Singh, menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan industri farmasi Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam pengembangan investasi tersebut.
“Kami sangat percaya pada masa depan industri farmasi Indonesia. Kami juga bangga dapat berkolaborasi dengan Muhammadiyah yang memiliki kekuatan di sektor pendidikan dan kesehatan. Terlebih, adanya fokus pada sertifikasi halal sejalan dengan visi PT Ausilabs Pharma,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
Di tempat yang sama, Komisaris PT Ausilabs Pharma Indonesia sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jebul Suroso, menegaskan bahwa pembangunan pabrik tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan semangat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PWM Jawa Tengah dalam mendorong hilirisasi industri serta kedaulatan ekonomi.
“Keberadaan pabrik obat ini secara langsung menjembatani kapasitas riset perguruan tinggi dengan kebutuhan industri manufaktur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bagi UMP, integrasi antara Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Farmasi, serta unit amal usaha rumah sakit kini memiliki wadah hilirisasi riset yang konkret dan terukur.
Menurutnya, keberadaan pabrik tersebut diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan rantai pasok layanan kesehatan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, riset, dan industri.
Sementara itu, Chairman Ampro Singapore, Mohd Ismail Shariff, menegaskan komitmen jangka panjang investornya untuk membangun infrastruktur industri obat berstandar global di Indonesia.
“Visi kami adalah from investment to impact. Melalui kapabilitas manufaktur terkini dan komitmen jangka panjang, Ampro bersama PT Ausilabs Pharma Indonesia siap berkontribusi aktif memperkuat ekosistem farmasi Indonesia, membuka ribuan peluang kerja, serta menghadirkan transfer keahlian teknologi di tingkat regional,” tegas Ismail. (Ym)











