Kemendikdasmen Perluas Akses PAUD, Wajib Belajar 13 Tahun

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, bantuan revitalisasi taman kanak-kanak (TK), Program Indonesia Pintar (PIP), serta peningkatan kualifikasi guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan sejak dini sebagai fondasi pembangunan SDM Indonesia. Hal ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita keempat.

“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan secara keseluruhan,” ujar Mu’ti Senin (26/10).

Melalui kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, pemerintah mendorong layanan pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum sekolah dasar (SD). Saat ini terdapat 103.221 satuan TK di Indonesia dengan 3.808.734 murid. Namun masih ada sekitar 1.372.947 murid kelas 1 SD yang belum pernah mengikuti PAUD.

Baca juga  Kemendikdasmen Tegaskan Skor TKA 200-800 Bukan Persentase Jawaban Benar

Untuk peningkatan kualitas sarana prasarana, Kemendikdasmen mengalokasikan 13.831 bantuan revitalisasi TK pada 2026, meningkat dari 1.355 TK pada 2025.

Pemerintah juga memberikan PIP kepada 888.000 murid TK pada 2026, dengan bantuan Rp450.000 per tahun bagi setiap penerima yang memenuhi kriteria.

Selain akses murid, Kemendikdasmen juga mendorong peningkatan kualifikasi akademik guru. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan program peningkatan kualifikasi S1/D4 melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi 12.500 guru yang belum S1/D4. Pada 2026, alokasi tersebut direncanakan bagi 150.000 guru.

“Semua teori pendidikan mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini itu prinsip pedagogisnya adalah bermain sambil belajar, bukan belajar sambil bermain,” kata Mu’ti.

Ia mengingatkan agar anak tidak dibebani hafalan berlebihan maupun pekerjaan rumah yang tidak sesuai usianya. Pembelajaran perlu memberi ruang untuk mengembangkan kemampuan motorik, bersosialisasi, dan berimajinasi.

Baca juga  Kemendikdasmen Siapkan Skema Khusus Pelaksanaan TKA Siswa Terdampak Karhutla

Kemendikdasmen juga mengenalkan pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Sport) untuk memperkenalkan sains, teknologi, seni, matematika, dan olahraga sejak dini melalui kegiatan menyenangkan.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan SDM dan penanggulangan kemiskinan. Pemprov Jateng setiap tahun memberikan bantuan pendidikan kepada 5.000 anak, termasuk pakaian, buku, dan seragam melalui 139 sekolah. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *