Tuntaskan Kasus Suap HGB, KPK Kembali Panggil Nusron

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengklaim pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.

“Pastinya, sebenarnya itu adalah kewenangan daripada penyidik, khususnya Direktorat Penyidikan. Saya dapat info, nanti tunggu saja dalam waktu dekat, mudah-mudahan ada informasi untuk pelaksanaan pemeriksaan,” kata Setyo kepada wartawan, Selasa (3/10).

Setyo menyebut semakin cepat Nusron diperiksa akan semakin baik untuk penuntasan kasus dan menepis ada kendala pemanggilan. Ia mengatakan jadwal menyesuaikan kegiatan penyidik.

Baca juga  Kemenkeu Terapkan Pajak Digital 9 November, Termasuk Transfer Perbankan

“Kan, satgas-satgas itu juga bukan hanya menangani kasusnya Nusron saja. Dia juga menangani kasus-kasus yang lain,” katanya.

Ia berharap Nusron hadir saat dipanggil agar tidak perlu penjemputan paksa.

Nusron tercatat dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik. Pada panggilan pertama Rabu (7/10) tidak hadir karena agenda internal di Kementerian ATR/BPN. Pemeriksaan dijadwalkan ulang Kamis (15/10) namun kembali absen karena ke luar negeri.

KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus tersebut yakni Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, politikus Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi, Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN Lampri, serta Muhammad Fakhry, Erwin, dan Rizal Pahlevi.

Baca juga  BNPB Siapkan 8 Langkah Strategis Hadapi Musim Hujan

Arif, Fahd, Erwin, dan Muhammad Fakhry disebut KPK sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid.

Dalam Operasi Tangkap Tangan di Jabodetabek pada Senin (14/9), KPK menangkap 19 orang dengan barang bukti uang Rp106,3 miliar. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *