Kemendikdasmen Luncurkan Pusat Kolaborasi Pendidikan Bahasa Inggris

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan The Education University of Hong Kong (EdUHK) meluncurkan Joint Centre for English Language Education and Leadership. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris, khususnya melalui penguatan kompetensi dan profesionalisme guru.

Kegiatan Launching and Signing Ceremony tersebut berlangsung di Kantor Kemendikdasmen.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pembentukan Joint Centre for English Language Education and Leadership memiliki arti strategis bagi Kemendikdasmen, tidak hanya bagi kedua perguruan tinggi yang terlibat, tetapi juga bagi kementerian sebagai bagian dari pendidikan. Menurutnya, kerja sama ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.

Baca juga  SD Mudipat Borong 11 Emas di WYIIA dan NYIIA 2026

“Ini sangat strategis dan sangat penting, bukan hanya untuk UPI itu sendiri, tetapi juga untuk kita sebagai kementerian, sebagai pengguna, atau mungkin kita bisa bilang bagian dari agen pendidikan, terutama untuk perbaikan bahasa Inggris,” ujarnya Jumat (6/11).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah mulai mengupayakan pembelajaran bahasa Inggris sejak kelas tiga sekolah dasar. Kebijakan tersebut didasarkan pada pentingnya bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi dan bahasa yang banyak digunakan di dunia. Untuk mendukung pelaksanaannya, Kemendikdasmen juga menyiapkan program pelatihan bagi guru sekolah dasar. Namun, upaya tersebut tidak berhenti pada penyediaan guru, melainkan perlu diikuti peningkatan kompetensi dan kemampuan profesional guru dalam mengajar bahasa Inggris.

Senada dengan hal itu, Presiden The Education University of Hong Kong, John Lee Chi-Kin, menyampaikan bahwa pusat kolaborasi tersebut merupakan hasil kemitraan antara EdUHK dan UPI. Melalui kerja sama ini, kedua universitas berharap dapat menggabungkan kekuatan, pengalaman, serta keunggulan masing-masing untuk memajukan pendidikan bahasa Inggris dan mengembangkan kepemimpinan pendidikan.

Baca juga  Muhadjir Effendy Sebut RI Masa Transisi, Ekonomi Harus Kembali ke Rel Pasal 33 UUD 1945

“Kami berharap dapat menggabungkan kekuatan, pengalaman, serta keunggulan kedua universitas. Bersama-sama, kita dapat memajukan pendidikan bahasa Inggris, mengembangkan kepemimpinan pendidikan, serta menciptakan lebih banyak peluang bagi para pendidik dan peserta didik,” ujar John Lee.

Sementara itu, Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyebut pembentukan pusat tersebut sebagai panggilan nasional untuk mendukung rencana pemerintah memperkenalkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran bagi peserta didik sekolah dasar mulai kelas tiga. Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini adalah belum tersedianya guru bahasa Inggris di sekolah dasar secara memadai. Karena itu, guru kelas yang telah ada perlu mendapatkan pelatihan agar mampu mengajarkan bahasa Inggris.

Didi menjelaskan fokus utama yang akan dikembangkan melalui pusat kolaborasi tersebut, yaitu pelatihan guru, penelitian dan pengembangan, serta penyediaan materi pembelajaran. UPI juga akan berkontribusi dalam pelatihan bagi para pelatih (training of trainers). Melalui dukungan EdUHK, kerja sama ini turut membuka peluang pemanfaatan perangkat berbasis kecerdasan AI untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik secara berkala.

Baca juga  Ombudsman RI Dukung Pelaksanaan TKA, Perkuat Pengawasan dan Pemenuhan Hak Murid

Selanjutnya, UPI berencana memperkuat pendidikan bahasa Inggris bagi calon guru sekolah dasar melalui peninjauan kurikulum Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Menurut Didi, peningkatan porsi pembelajaran bahasa Inggris bagi calon guru diperlukan agar mereka tidak hanya memiliki kompetensi bahasa Inggris, tetapi juga mampu mengajarkannya kepada peserta didik ketika telah bertugas di sekolah. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *