Duta Besar Republik Islam Iran untuk Republik Indonesia H.E. Mr. Mohammad Khosh Heikal Azad berkunjung ke kantor PP Muhammadiyah Jakarta Selasa (15/10/2019).
Menurut Khos, Muhammadiyah sangat terkenal (di Iran) karena aktivitas pengkhidmatan dan pelayanan yang dilakukan Muhammadiyah kepada masyarakat.
Islam Rahmatan Lil Al-Amin
Saat pertemuan dia membahas soal
pandangan mengenai moderasi Muhammadiyah dalam keyakinan dan pengamalan Islam.
“Moderasi dalam istilah kami adalah Islam Rahmani. Presiden kami (Hassan Rouhani) menekankan pentingnya pengamalan Islam rahmatan lil alamin yang menolak semua ekstrimisme dan radikalisme, berlaku moderat, mengedepankan diskusi seperti Wasathiyah Islam Muhammadiyah. Timur Tengah saya kira membutuhkan itu,” ungkap Khosh dalam siaran pers PP Muhammadiyah yang diterima majalahnurani.com Rabu (16/10/2019).
Membuka Wawasan
Ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi usaha Iran dalam memperjuangkan persatuan umat melalui dialog, moderasi dan saling membuka wawasan.
“Yang utama, negara-negara muslim bisa maju jika pendidikannya maju, juga sangat bagus jika negara-negara muslim dalam menghadapi peta politik global bisa saling menyangga satu sama lain seperti perintah Qur’an kaum beriman adalah wali bagi kaum beriman yang lainnya. Itu pentingnya dialog dan saya berharap OKI (organisasi Islam dunia) bisa memainkan peran untuk itu. Kami percaya Iran sebagai negara maju dan kelanjutan tradisi Islam yang besar di masa lalu dapat memainkan peran dalam perdamaian dunia,” tutur Haedar.
Kepada Haedar, Mohammad Khosh mengaku Iran telah melakukan berbagai upaya moderasi meski respon yang diterima kadang tidak sesuai harapan. Lebih lanjut, Khosh ingin hubungan antara Iran, Indonesia terutama Muhammadiyah semakin erat dalam bidang ekonomi dan pertukaran budaya.
“Melalui pertemuan ini kami ingin menekankan keakraban hubungan antara Iran dan Indonesia, dan kami ingin terciptanya persatuan umat Islam,” pungkas Khosh. 01/Bagus












