Milad ke-107, Muhammadiyah Gelorakan Dakwah Digital

Kemarin organisasi Islam Muhammadiyah baru saja memperingati milad yang ke 107 tahun.

Perkuat SDM

Dalam siaran pers PP Muhammadiyah Rabu (20/11/2019), Muhammadiyah akan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan di Indonesia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menjelaskan bahwa bangsa dan umat ini perlu hidup cerdas.

“Semangat mencerdaskan dalam Islam itu semangat membaca, semangat untuk berpikir, tetapi juga mengasah akal budi,” ujarnya.

Diceritakannya, Muhammadiyah telah melewati perjalan panjang sebelum republik ini lahir dengan memulai dengan usaha-usaha, pendidikan, pelayanan sosial, kesehatan yang tak lain semua itu agar cerdas lahir dan batin

Muhammadiyah juga konsisten berdakwah di era media sosial yang secara kultural sudah dijalankan sejak tahun 2000.

“Dakwah yang menggunakan pendekatan kebudayaan, gerakan pencerahan, dakwah yang membuat orang itu cerah hati, pikiran, sifat dan tindakan, dan membuat lingkungan itu juga cerah,” tambahnya.

Dakwah Konstruktif

Muhammadiyah dalam perannya seabad lebih ini mengajak Islam dakwah berkemajuan, yakni mengajak orang untuk damai, hidup tentram, dan toleran.

Menurut Haedar, umat dan bangsa ini juga harus maju, sehingga yang ditempuh satu di antaranya dakwah konstruktif.

“Dakwah yang konstruktif itu kita tempuh dakwah jamaah. Gerakan jamaah di masjid-masjid di kawasan kampung terus digelorakan,” jelasnya.

Pada era media sosial ini Muhammadiyah juga diketahui mempunyai pusat syiar digital Muhammadiyah yang berada di Gedung Cik Ditiro, Yogyakarta.

“Kini kita memasuki era baru yang paling liberal dalam kehidupan, berbagai kalangan masyarakat pun hadir menjadi penikmat media. Masyarakat entah itu dia agamanya, golongannya, sukunya, nggak tua, nggak muda, bahkan pejabat, sampai ke rakyat biasa itu memperoleh mainan baru. Akibatnya bermedsos itu mula-mula iseng-iseng, kedua kehilangan kecerdasan, ketiga menjadi terbiasa dengan hoaks, terakhir dia tidak lagi selektif (tabbayun) untuk menyeleksi ini,” urai Haedar.

Dari pengamatannya, penyebaran hal yang baik dan buruk itu semua melalui digital media, sehingga Muhammadiyah turun menggelorakan dakwah digital.

“Menggelorakan dakwah digital ini agar masyarakat berkeadaban, beretika, berakhlak, dan cerdas di dalam bermedsos,” tegas dia.

Muhammadiyah akan tetap fokus untuk mencerdaskan, mencerahkan, memajukan bangsa dan di area khusus Muhammadiyah akan menggerakkan kemasyarakatan dan kebangsaan.

Muhammadiyah akan tetap berdakwah dengan ‘al amru bil ma’ruf wa nahi munkar’.

“Kita akan dukung prinsip kebaikan-kebaikan dari segala polisi pemerintahan dan semua kekuatan masyarakat. Tapi kita akan mengkritisi hal-hal yang kira-kira menyimpang atau tidak pada tempatnya. Tapi dengan cara Muhammadiyah yang sifatnya juga cerdas arif, argumentatif, dan sesuai saluran yang berlaku,” tandasnya.01/ Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed