Kemenhub Imbau Tidak Piknik, Tidak Mudik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatalkan program tahunan Mudik Gratis untuk Lebaran 2020. Hal ini menyusul kenaikan signifikan jumlah kasus virus corona Indonesia.

Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat pandemi COVID-19 yang berlaku 91 hari sejak 29 Februari sampai 29 Mei 2020.

Dalam rentang waktu tersebut, terdapat hari raya Lebaran Idul Fitri yang sedianya menjadi momen pergerakan massa besar-besaran ke seluruh Indonesia.

Perkumpulan orang dalam jumlah banyak dikhawatirkan dapat jadi sumber penularan baru. Dengan pembatalan program Mudik Gratis diharapkan dapat meminimalisasi mobilitas masyarakat.

Dibatalkan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, dalam keterangan pers yang diterima majalahnurani.com, Selasa (24/3/2020) mengatakan pembatalan tersebut tidak hanya yang diadakan oleh pemerintah, tetapi juga berlaku untuk mudik gratis yang digelar swasta.

“Melihat kondisi penyebaran virus COVID-19 yang begitu masif belakangan ini, saya rasa ini keputusan yang tepat walau berat, mudik gratis akan dibatalkan,” ujarnya.

Kebijakan ini merupakan salah satu dari 10 butir keputusan dalam Rapat Koordinasi Teknis “Tidak Mudik, Tidak Piknik Lebaran 2020” pada 20 Maret 2020 yang diikuti seluruh jajaran kementerian. Lembaga terkait juga dilibatkan untuk menerapkan aturan larangan mudik secara menyeluruh.

Kemenkopolhukam diberi wewenang untuk menindak tegas mereka yang melanggar. Selain itu, petugas lapangan juga bakal diterjunkan untuk sosialisasi dan pemantauan. Layanan transportasi umum pun akan dibatasi. PT. Kereta Api Indonesia (KAI) diperintahkan untuk menghentikan layanan penjualan tiket mulai 21 Maret 2020.

Menekan Covid-19

Sementara Kementerian ESDM bakal mengeluarkan kebijakan pembatasan BBM untuk transportasi umum. Meski pergerakan dibatasi, Kementerian Perdagangan menjamin ketersediaan dan pola distribusi bahan pokok selama hari raya.

“Penegakkan larangan mudik ini diharapkan mampu menekan penyebaran wabah COVID-19 di Indonesia,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, perpindahan virus terjadi sangat cepat antar manusia ke manusia. Dengan menjaga satu keluarga tetap berada di dalam rumah akan sangat membantu menghentikan penyebaran infeksi. 01/Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *