Press "Enter" to skip to content

Muhammadiyah Tolak RUU HIP, Minta Pembahasan Disetop

Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong sejumlah pihak, baik pemerintah ataupun DPR menghentikan pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan menolak pembahasan RUU HIP karena tidak urgen dan bertentangan dengan Undang-Undang sebelumnya.


“RUU HIP tidak urgen dan tidak perlu dilanjutkan pembahasannya,” kata Abdul di Kantor PP Muhammadiyah, Senin (15/6).

BANYAK KONTROVERSI
Ia menegaskan kedudukan dan fungsi pancasila sebagai dasar negara sudah sangat kuat. Ia menilai pembentukan peraturan perundang-undangan semestinya memang dibutuhkan dan bermanfaat dalam kehidupan masyarakat. Namun dalam proses pembentukan RUU HIP ini, Abdul menilai justru menimbulkan kontroversi serta penolakan keras dari masyarakat.

Baca juga  Lima Kisah Pencurian Jasad Rasulullah


“RUU ini terbukti menimbulkan kegaduhan dan berpotensi juga menimbulkan berbagai friksi sosial yang seharusnya kita hindari, kita butuh kondusif, tenang dan kerja sama melawan virus corona (Covid-19),” katanya.


Pancasila menurut Abdul juga merupakan fundamental norm, atau norma yang esensial. Jika RUU HIP disahkan, kata dia, maka bisa menurunkan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara.
“Dengan dibuat Undang-Undang inj justru Pancasila itu kedudukannya akan sama dengan UU lainnya, padahal di dalam sistem hukum kita itu Pancasila yang tertinggi,” ujarnya.

MENOLAK KOMUNISME
Lebih lanjut, Muhammadiyah menilai tidak dicantumkannya TAP MPRS No XXV/1966 merupakan masalah serius dalam pembentukan RUU HIP.
“Meniadakan TAP MPRS tersebut dalam pembentukan RUH HIP termasuk masalah serius padahal secara jelas dinyatakan pertentangan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dengan Pancasila,” ujarnya.

Baca juga  Aisyiyah Jatim Kampanye Tetap Pakai Masker


Abdul mengatakan pihaknya di PP Muhammadiyah masih terus akan mengkaji dan menginventarisasi berbagai macam problematika yang ada di dalam RUU ini. ym

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *