Ketika Suatu Saat Kita Dalam Kesendirian

Bismillah…
Saudaraku, selama pandemi Corona ini kita lebih banyak di rumah. Hampir semua merasakan sangat jenuh. Padahal saat di rumah, kita ditemani anak dan istri atau suami kita.


Pernahkan kita bayangkan bahwa suatu saat kita akan berdiam di suatu tempat sendirian tanpa ada yang menemani. Kondisi seperti pasti kita alami. Dan semua orang pasti akan mengalami. Tidak perlu diragukan. Tapi sayang, banyak orang yang melupakan bahwa suatu saat kita akan dalam kesendirian tanpa ada yang mendampingi meskipun itu anak atau suami/istri kita tercinta.

TIGA PENGANTAR
Dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ
“Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, Muslim)
Dalam hadis di atas disampaikan oleh Rasulullah bahwa ada tiga yang mengantar jenazah sampai pemakaman.


Pertama adalah keluarganya, yaitu anak dan kerabatnya, begitu pula sahabat dan kenalannya. Secinta apapun anak, istri, suami atau kerabat kita, mereka pasti akan pulang kembali rumah dan tidak ada yang bersedia menemani jenazah di alam barzah.


Kedua adalah hartanya, seperti mobil, motor yang mengiringi dan mengantar jenazah ke pemakaman. Sebanyak dan semahal apapun mobil yang mengantar kita ke pemakaman, pasti akan kembali ke rumah dan menjadi milik hak waris. Ketiga adalah amalannya, yaitu amal baik atau buruk yang pernah ia lakukan. Keluarga dan harta tadi akan kembali. Yang tersisa hanyalah amalnya yang menemani ia di kubur.


Jenazah akan diikuti oleh keluarga, harta dan amalnya. Itu adalah standart umum. Bisa jadi ada jenazah yang hanya diikuti oleh amalnya saja, tanpa membawa harta dan keluarga ketika diantar ke kuburan.


Disebutkan dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib yang panjang tentang pertanyaan di alam kubur. Ada ketika itu datang seseorang yang berwajah tampan dan berpakaian bagus, baunya pun wangi. Ia adalah wujud dari amalan shalih seorang hamba. Sedangkan orang kafir didatangi oleh orang yang berwajah jelek. Itu adalah wujud dari amalan jeleknya. (HR. Ahmad)

AZAB NAMIMAH
Pernah suatu ketika Rasulullah memberikan isyarat akan adanya siksa kubur karena si mayit selama hidupnya melakukan perbuatan dosa yang menurut manusia ringan. Rasulullah bersabda:

مَرَّ النَّبِيُّ بِقَبْرَينِ فَقَالَ: إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ. فَأَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً. فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَا فَعَلْتَ هَذَا؟ قَالَ: لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

Nabi melewati dua kuburan. Beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya sedang diazab, dan tidaklah keduanya diazab disebabkan suatu perkara yang besar (menurut kalian). Salah satunya tidak menjaga diri dari percikan air kencing, sedangkan yang lain suka namimah atau mengadu domba antara manusia.” Beliau lalu mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, kemudian beliau belah menjadi dua bagian dan beliau tancapkan satu bagian pada masing-masing kuburan. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal ini?” Beliau menjawab: “Mudah-mudahan diringankan azab tersebut dari keduanya selama pelepah kurma itu belum kering.” (HR Bukhari Muslim)


Tentu itu hanya salah satu dosa ringan yang mendapat siksa di alam barzah. Belum lagi dosa dosa lain yang kadang lebih besar dosanya dari air kencing dan namimah, misalnya zina, makan riba dan lain sebagainya.

DITEMANI ALQURAN
Meski ada yang mendapat teman buruk dan berupa siksa, tapi ada pula jenazah yang mendapat teman malaikat dan Alquran yang telah dibacanya selama hidup.
Sebagaimana sabda Rasulullah:
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ يَقُومُ بِهِ أَنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ يُحِلُّ حَلَالَهُ وَيُحَرِّمُ حَرَامَهُ حَرَّمَ اللَّهُ لَحْمَهُ وَدَمَهُ عَلَى النَّارِ , وَجَعَلَهُ رَفِيقَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ حَتَّى إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ كَانَ الْقُرْآنُ لَهُ حُجَّةً (رواه الطبراني)

“Siapa yang membaca Al-Quran, dimana ia membacanya pada waktu shalat di tengah malam dan siang hari, ia menghalalkan halalnya dan mengharamkan haramnya, maka Allah haramkan daging dan darahnya terkena api neraka, dan akan menjadikannya teman pendamping para malaikat yang mulia dan baik, serta pada Hari Kiamat nanti Al-Quran akan menjadi hujjah (pembela) untuknya.” (HR. Thabrani)
Selain darah dan dagingnya diharamkan masuk neraka, ahli membaca Alquran juga mendapat keistimewan untuk dijaga malaikat selama di alam barzah yaitu alam penantian menunggu akhirat.

EMPAT AMALAN
Ada empat amalan yang dapat menerangi kuburan kita dan terhindar dari siksa kubur. Sebagaimana yang disebutkan oleh Abul-Laits dalam kitabnya Tanbihul Ghofilin. Beliau berkata, “Siapa yang ingin selamat dari siksa kubur maka harus menjaga empat dan meninggalkan empat.”
Adapun empat amalan yang harus dijaga adalah menjaga shalat lima waktu, memperbanyak sedekah, banyak membaca Al-Quran, dan memperbanyak bertasbih. Empat hal inilah yang dapat menerangi kubur dan meluaskannya.


Sedangkan, empat hal yang harus ditinggalkan yaitu: dusta, khianat, adu domba, menjaga kebersihan setelah kencing. Sebab Rasulullah bersabda, yang artinya, “Jika istinja’ (membersihkan kemaluan setelah buang air kecil atau besar), jangan sampai ada sisanya, harus bersih dan tuntas.”


Itulah amalan amalan yang diharapkan mampu menjadi pendamping selama di alam kubur. Semoga ini bisa menjadi ibrah atau pelajaran, agar kita semakin berhati dalam berakhlak di dunia dan lebih matang lagi dalam mempersiapkan kota dalam kehidupan di alam barzah dan akhirat kelak.
Semoga bermanfaat…

(Renungan Pagi
Senin 22 Juni 2020
Nur Cahya Hadi, Direktur Majalah Nurani Indonesia dan di tour leader Mina Wisata Islami Haji dan Umrah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *