Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informasi (BPSDMP Kominfo) Surabaya bersama Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Pelatihan Thematic Academi Digital Media Reporter (DMR).
Acara dilaksanakan scara Hybrid selama 10 hari, pelatihan online selama 7 hari, Mulai 8 November dan puncaknya pelaksanaan secara offline digelar mulai tanggal 17-19 November 2021 bertempat di Universitas Islam Malang (Unisma).
Acara ini diikuti kurang oleh 70 peserta dari Jurnalis dan mahasiswa ini mengambil tema Digital Media Reporter, Tujuannya memberikan pelatihan bagi wartawan media, khususnya yang bergerak di media siber.
Dalam pembukaan pelatihan yang digelar secara online, Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya Eka Handayani mengatakan, melalui pelatihan dengan materi berkaitan dengan digital media reporter. Mulai dari mengumpulkan data dan informasi file, pengecekan fakta, produksi berita, data analytics dengan digital tools, fotografi berita, video berita digital, distribusi konten media sosial, keyword hyperlink hingga materi digital hygene. Para awak media dan mahasiswa yang bergerak di Pers Kampus tidak canggung lagi dengan teknologi digital.
“Diharapkan para wartawan dan pers kampus tidak ketinggalan dengan kemajuan tehnologi digital. BPSDMP Kominfo Surabaya melalui Program Digital Talent Scholarship ini memberikan pelatihan dan sertifikasi tema-tema bidang teknologi informasi dan komunikasi, diharapkan menjadi bagian untuk memenuhi permintaan dan penawaran talenta digital Indonesia,” ujarnya.
Ketua STIKOSA-AWS Meithiana Indrasari yang juga menjadi pemateri menjelaskan bahwa seorang jurnalis harus bisa beradaptasi dengan perubahan teknologi.
“Karena itu jurnalis harus bisa cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi. Jurnalis saat ini dituntut untuk menguasai dunia digital juga, ,” paparnya.
Sementara dalam keterangannya, Rektor Unisma Prof DR. Maskuri MSi menilai kegiatan ini merupakan embrio yang bisa mendesiminasikan anak-anak bangsa di berbagai media digital. Terlebih saat ini telah memasuki era revolusi 4.0 materi digital reporter mempunyai relevansi yang tepat bagi tumbuh dan berkembangnya generasi emas 2045 kelak untuk menjadi leader di bidang masing-masing. (Achmad Nizar)






