Bismillah…
Saudaraku, banyak yang mengatakan bahwa ujian yang menimpa umat Islam di Indonesia saat ini sangatlah besar dan terus menerus.
Selain ditimpa musibah wabah Corona yang hingga saat ini belum berakhir, juga masih banyak ujian lain seperti pekerjaan yang hilang, susahnya beribadah ke tanah suci, dan tidak bisa kembalinya sistem belajar bagi anak-anak secara offline seperti dulu lagi.
Bahkan yang terakhir, di tengah pandemi Corona masih ada lagi ujian lain yaitu meletusnya gunung Semeru. Hal ini yang membuat umat Islam kadang bertanya tanya, “Kapan ujian ini akan berakhir?”
DISAYANG ALLAH
Yang harus diingat oleh kita semua, ujian adalah cara Allah untuk menyayangi kita. Ujian adalah cara Allah untuk bisa mendampingi hidup kita. Kalau kita mampu melewati semua ujian ini dengan sabar, tentu kita akan disayang Allah, dan aktivitas hidup kita pasti akan didampingi oleh Allah.
Sebagaimana firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Hai orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah 153)
Kesabaran akan ujian yang bertubi tubi inilah yang menjadi salah satu daya tarik yang menakjubkan yang dimiliki seorang mukmin.
Sebagaimana sabda Rasulullah:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya.” (HR Imam Muslim)
DIBERI YANG TERBAIK
Buah manis sebuah kesabaran adalah, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Kita harus yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik, melalui wasilah kesabaran kita.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:
Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ’anha –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam- berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak ada seorang hamba pun yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJI’UN. ALLAHUMMA’JURNII FII MUSHIBATII WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik) melainkan Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.’”
Ummu Salamah kembali berkata: “Ketika Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun mengucapkan doa sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkankan padaku. Maka Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah.” (HR. Muslim)
EMPAT HIKMAH
Sabar dalam menghadapi segala ujian Allah akan berbuat manis. Ada beberapa hikmah sabar dalam pandangan Islam.
Pertama, ada Keluasan rahmat Allah dimana dalam musibah ada pahala yang banyak dan ganti yang lebih baik bagi mereka yang bersabar.
Keduanya, ketika mendapat musibah atau ujian, maka kita dianjurkan untuk membaca doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat seseorang mendapatkan musibah.
Ketiga, ada kewajiban berprasangka baik kepada Allah ta’ala dalam setiap kondisi dan keadaan. Baik susah maupun gembira. Kita harus yakin bahwa itu jalan terbaik yang diberikan Allah kepada kita.
Keempat, kita harus yakin bahwa janji Allah pasti benar, barang siapa yang bersabar saat musibah niscaya Allah akan berikan ganti yang lebih baik di dunia ataupun di akhirat.
Semoga bermanfaat…
Surabaya, 6 Desember 2021
nchnurani@gmail.com











