Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar seminar nasional bersama Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, pada Selasa (19/5). Acara yang berlangsung di Gedung Rektorat Kampus Unesa II Lidah Wetan, Surabaya ini mengangkat topik tantangan hukum di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan perkembangan Gig Economy.
Dalam pemaparannya, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyoroti pergeseran pola hubungan kerja konvensional menjadi sistem berbasis platform dan kemitraan fleksibel yang dikendalikan oleh teknologi serta algoritma. Kondisi ini memunculkan persoalan baru terkait status hubungan kerja, perlindungan hukum, jaminan keselamatan kerja, hingga mekanisme keberatan terhadap sistem algoritma.
“Sekarang seseorang berhadapan bukan lagi dengan toko atau manusia secara langsung, tetapi dengan sistem dan algoritma. Penilaian kerja dilakukan oleh sistem digital yang menentukan distribusi pekerjaan, tarif, bahkan akses terhadap layanan,” jelas Yusril pada Selasa (19/5).
Yusril menegaskan hukum nasional tidak boleh hanya bergantung pada kategori lama dalam melihat persoalan ketenagakerjaan dan ekonomi digital. Selain masalah ketenagakerjaan, ia juga menggarisbawahi pentingnya penguatan implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang bergerak cepat.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Unesa, Nurhasan, menyatakan bahwa perkembangan AI dan ekonomi platform membawa perubahan besar sekaligus persoalan hukum dan sosial yang kompleks. Ia menegaskan bahwa regulasi harus adaptif, progresif, dan responsif agar hukum tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.
“Kami berharap seminar ini melahirkan rekomendasi akademis, strategis, dan praktis yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan hukum nasional menuju era digital,” ujar pria yang akrab disapa Cak Hasan tersebut.
Sementara itu, Dekan FH Unesa, Arinto Nugroho, menyampaikan bahwa seminar nasional ini menjadi momentum penting untuk membuka rangkaian Dies Natalis Fakultas Hukum tahun 2026. Ia menegaskan komitmen FH Unesa untuk terus mengawal perkembangan regulasi hukum agar mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi sekaligus tetap melindungi hak-hak masyarakat. Bagus












