Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Kedutaan Besar Kuwait menjajaki penguatan kerja sama pembangunan rumah sakit di Bekasi.
Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Duta Besar Kuwait, H.E. Khalid Jassim Alyassin.
Pembahasan tersebut berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Hadir dalam pertemuan itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dan Agung Danarto, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin.
Haedar Nashir menyampaikan bahwa hubungan Muhammadiyah dan Kuwait telah terjalin selama 20–30 tahun. Selama periode tersebut, Kuwait turut memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan dakwah Muhammadiyah, terutama dalam pembangunan masjid dan bidang pendidikan di sejumlah daerah di Indonesia.
“Kuwait sudah mengenal Muhammadiyah. Selama 20–30 tahun, Muhammadiyah dan Kuwait telah menjalin kerja sama. Kuwait banyak membantu Muhammadiyah, terutama dalam pembangunan masjid dan pendidikan,” ujar Haedar.
Dalam pertemuan tersebut, Muhammadiyah menyampaikan peluang kerja sama di bidang kesehatan. Salah satu gagasan yang dibahas ialah pembangunan rumah sakit dengan skema penyediaan lahan oleh Muhammadiyah. Dan Lokasi yang sempat di bahas yaitu berada di Bekasi.
Duta Besar Kuwait menyambut baik gagasan tersebut dan meminta Muhammadiyah menyiapkan proposal untuk dibahas lebih lanjut dengan pihak terkait.
Rencana pembangunan rumah sakit ini masih dalam tahap penjajakan dan belum menjadi keputusan final mengenai pembangunan maupun pendanaan.
Melalui penerjemah Muhammad Nahdi, Duta Besar Kuwait menyampaikan harapan agar hubungan dengan Muhammadiyah semakin erat dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
“Pertemuan ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih besar di kemudian hari. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dan dunia. Kerja sama dapat dikembangkan di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan bidang-bidang lain yang memungkinkan untuk dikerjasamakan,” ujar Muhammad Nahdi menerjemahkan pernyataan Duta Besar Kuwait.
Selain kesehatan, Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki program pemberdayaan ekonomi bagi kaum duafa di berbagai daerah. Program tersebut berpotensi menjadi ruang kolaborasi untuk memperluas manfaat kerja sama bagi masyarakat.
Melalui pertemuan ini, Muhammadiyah berharap hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus berkembang melalui program-program konkret di bidang pendidikan, dakwah, kesehatan, dan kemanusiaan. (Ym)












