Ketum PBNU Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Mi Babi, Serahkan Proses Hukum

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Kikin Abdul Hakim atau Gus Kikin mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tetap tenang dan tidak terprovokasi menyusul perkembangan kasus pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah serta penggeledahan sejumlah lokasi yang disebut sebagai Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai persoalan hukum ini berkembang menjadi ketegangan di tengah masyarakat,” kata Gus Kikin, Ahad (1/11/2026).

Gus Kikin meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog, bukan dengan kekerasan ataupun tindakan main hakim sendiri. “Kalau ada persoalan, mari diselesaikan dengan dialog dan jalan hukum. Tidak boleh ada yang main hakim sendiri. Kita harus menjaga agar masyarakat tetap rukun, saling menghormati, dan tidak terpecah,” Ujarnya.

Baca juga  BNPB Siapkan 8 Langkah Strategis Hadapi Musim Hujan

Ia juga meminta kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional, adil, dan transparan. Penegakan hukum, lanjutnya, harus tetap memperhatikan hak-hak warga, termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan.

“Kalau ada yang melanggar hukum, proses sesuai hukum. Kalau ada tindakan aparat yang dipersoalkan, periksa secara terbuka sesuai prosedur. Semua harus mendapatkan perlakuan yang adil. Jangan sampai ada pihak yang tidak bersalah ikut dirugikan,” katanya. Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Gus Kikin meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo segera mengumpulkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak terkait pada Ahad sore. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk meredakan ketegangan sekaligus mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca juga  BNPB Buka Suara Soal Laporan 3.560 Orang Meninggal Akibat Karhutla

“Saya minta PCNU Sukoharjo sore ini mengundang para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama. Bangun komunikasi yang baik. Kita ajak semua pihak menahan diri, menjaga suasana tetap sejuk, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” ujar Gus Kikin. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *