Mentan Amran Sebut Stok Beras Nasional Kuat 25 Juta Ton di Tengah Ancaman Krisis Global

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia memiliki kekuatan produksi pangan dalam negeri dan cadangan beras yang kuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman. Kita punya produksi dalam negeri, punya cadangan, dan terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” ujar Mentan Amran dalam keterangan resmi, Ahad (1/11).

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi ketidakpastian global. Cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton per Kamis (26/10).

Baca juga  Polisi Imbau Massa Jaga Fasum Saat Demo Serentak 28 Oktober

Selain itu, terdapat sekitar 10 juta ton potensi beras dari standing crop atau tanaman padi yang siap dipanen, serta sekitar 10 juta ton stok yang berada di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

“Totalnya berkisar sekitar 25 juta ton. Sementara kebutuhan kita sekitar 2,5 juta ton per bulan. Artinya, ketersediaan kita sangat kuat. Ini yang membuat kita lebih siap menghadapi berbagai gejolak global,” ungkap Amran.

Menurut Amran, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, serta kebijakan strategis dalam memperkuat produksi dan mewujudkan kemandirian pangan.

Ia menegaskan swasembada beras tanpa impor menjadi fondasi penting ketahanan pangan nasional agar tidak bergantung pada pasokan negara lain.

Baca juga  Muhammadiyah Gelar Pelatihan Akreditasi Pesantren 2026

“Kita tidak boleh bergantung pada negara lain untuk urusan pangan. Bayangkan kalau terjadi konflik besar, jalur perdagangan terganggu, negara-negara menahan ekspornya, sementara kita masih bergantung pada impor. Risikonya sangat besar. Karena itu, swasembada adalah kekuatan dan perlindungan bagi bangsa,” tegasnya.

Kementerian Pertanian, kata dia, terus memperkuat program strategis mulai dari optimalisasi lahan, pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, hingga peningkatan produktivitas untuk mengantisipasi perubahan iklim dan kekeringan.

Sementara itu, sedikitnya 33 negara kini mendorong masyarakatnya untuk memiliki persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat minimal 72 jam.

Negara seperti Inggris dan Jepang telah mengimbau warganya menyiapkan stok makanan dan air minum untuk 3 hari hingga satu minggu sebagai antisipasi konflik geopolitik, bencana alam, cuaca ekstrem, hingga gangguan rantai pasok.

Baca juga  Dikritik Publik Nepotisme, Dua Anak Menhaj Mengundurkan Diri dari Tenaga Ahli Kemenhaj

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur pangan Indonesia aman. Tapi kita tidak boleh berpuas diri. Produksi harus terus ditingkatkan, cadangan diperkuat, dan petani dilindungi,” tandas Amran. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *