Permintaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur agar masjid-masjid kembali dibuka meski di tengah wabah Corona, ditolak Pemerintah Provinsi Jatim.
PEMETAAN
Sekretaris MUI Jatim Ainul mengaku berkirim surat ke kepala daerah agar masjid-masjid dibuka kembali.
Menurutnya, Pemprov agar jangan menghalangi orang beribadah. Dia meminta agar Pemprov harus melakukan pemetaan yang jelas.
“Dalam upaya pencegahan bahaya Covid-19 yang dikaitkan dengan penyelenggaraan kegiatan di masjid/musala, mestilah dilakukan pemetaan yang jelas,” tutur Sekretaris MUI Jatim Ainul.
DIKAWATIRKAN
Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono mengaku sudah menerima permintaan MUI Jatim agar masjid dibuka.
Namun sayang, Pemrov Jatim tak bisa mengabulkannya lantaran angka penyebaran Corona di Jatim masih tinggi.
“Pemprov Jatim telah menerima surat MUI untuk permintaan pelonggaran tempat ibadah. Namun hal itu masih dikhawatirkan bahkan setelah PSBB,” ungkapnya Selasa (12/5/2020).
Menurutnya, permintaan masjid dibuka akan kembali dirapatkan dan dikordinasikan dengan tempat ibadah.
“Yang ini kami minta waktu untuk dirapatkan kembali dan koordinasi dengan tempat ibadah,” tukasnya. 01/Bagus












