Menjelang perayaaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memantau harga dan stok bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Turut mendampingi kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Kepala Dinkes, Kepala Diskopukmperindag dan perwakilan Polresta Mojokerto
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Tanjung Kota Mojokerto. Di pasar tradisional tersebut Wali Kota Mojokerto menyebut beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga. Salah satunya adalah beras.
“Jadi dengan kenaikan beberapa bahan pokok, khususnya beras, kami akan melakukan operasi pasar. Insya Allah nanti dilaksanakan hari Rabu (21/12/2022). Jadi kita ambil langsung dari Bulog dengan harga Rp 8.500. Nanti angkutannya subsidi pemerintah Kota Mojokerto,” ujar Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari kepada wartawan, Senin (19/12/2022).

Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning itu tersebut berharap operasi pasar yang akan dilaksanakan membuat harga bahan pokok kembali stabil.
“Sehingga kita berharap dengan operasi pasar bisa mengendalikan harga beras yang merupakan salah satu kebutuhan pokok. Sesuai kebutuhan (operasi pasar, red). kalau hari kita tidak bisa prediksi. Kalau harga stabil maka kita lepas,” jelasnya.
Selain beras, kenaikan harga cabe juga menjadi atensi dari Ning Ita. Dijelaskannya, sebenarnya cabe termasuk kategori bahan makanan yang selalu memiliki komposisi yang cukup signifikan dalam rangka menaikkan harga atau inflasi di Indonesia.
Ning Ita sudah menugaskan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Mojokerto untuk melakukan program menanam cabe di tiap rumah. Setiap rumah paling tidak menanam cabe tiga pohon, diberi bibit secara gratis.
“Upaya itu sudah dilakukan (DKPP) Kota Mojokerto sejak beberapa bulan yang lalu untuk menanam cabe di pekarangan rumah dikasih Polybag masing-masing. Ini termasuk upaya mengendalikan,” jelas Ning Ita.

Sementara itu, untuk stok atau ketersediaan bahan pokok jelang Nataru menurut Ning Ita tidak mengalami masalah. Stok bahan pokok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau ketersediaannya memadai, memang harga yang naik. Harga ini biasanya dipengaruhi oleh permintaan yang melonjak menjalang hari-hari besar keagamaan. Sebetulnya ketersediaan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat, tidak ada pengurangan,” tegasnya.
Selain pasar tradisional, pusat perbelanjaan juga menjadi sasaran Wali Kota Mojokerto untuk memantau kadaluarsa makanan kemasan maupun komposisinya. Namun sejauh pemantauannya, tidak ditemukan bahan makanan kemasan yang kadaluarsa maupun boraks.
“Tidak ditemukan apa-apa, aman temuannya. Cek kadaluarsa, aman semuanya, boraks juga tidak ada,” pungkas Ning Ita.
Pemantauan harga dan stok bahan pokok jelang perayaan Natal dan Tahun baru di kota Mojokerto terbagi menjadi 4 tim. Masing-masing tim memiliki lokasi sasaran yang berbeda, mulai dari pasar tradisonal hingga minimarket maupun pusat perbelanjaan modern. Ym












