Geliat Airlangga menggelar workshop peran lintas sektor dalam mendukung akselerasi imunisasi di Jawa Timur pada Kamis (22/6) di lantai 11, Hotel Southern Surabaya. Hadir sebagai narasumber yakni Kasi Survim Dinkes Provinsi Jatim, Gito Hartono SKM MKes dan PIC Imunisasi Geliat Airlangga, Dr Arief Hargono drg MKes.
Workshop pagi itu membahas revitalisasi forum komunikasi imunisasi. Diketahui bahwa forum tersebut sudah terbentuk lama dan sempat vakum. Di kegiatan itu juga, akan dirumuskan soal peran apa yang bisa diberikan masing-masing institusi dalam bersinergi membangun kesehatan, khususnya program imunisasi.

Arief Hargono menjelaskan bahwa masalah kesehatan terkait penyakit infeksi masih jadi masalah memprihatinkan. Terutama pada bayi dan anak. Contohnya seperti campak difteri. Disisi lain, katanya, sebenarnya kasus itu bisa dicegah dengan imunisasi.
“Sayangnya program imunisasi belum optimal. Kita harap cakupannya tinggi berkualitas dan merata. Untuk itu diperlukan kerjasama lintas sektor dalam berkontribusi mendukung program pembangunan kesehatan termasuk imunisasi,” ungkapnya diwawancarai majalahnurani.com.
Ditegaskan Arief, Fakultas Kesehatan Masyarakat bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Jatim dan UNICEF menggandeng semua pihak dalam membangun kesehatan. “Ini yang terus kita upayakan,” sambungnya.

Sementara Gito Hartono memaparkan ke peserta workshop beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di Indonesia. Diantaranya, pertusis, cervical cancer, japanese ensefalitis, difteri, hepatitis, rubela, diare, polio dan tetanus.
Mengapa harus imunisasi? Menurut Gito, setiap orang yang dapat imunisasi akan membentuk antibodi spesifik terhadap penyakit tertentu. “Imunisasi ini dapat mencegah lebih dari 26 penyakit. 2-3 juta risiko kematian dapat dicegah setiap tahun dengan imunisasi,” tegasnya. (Ra/foto-foto: Bagus)






