Rumah Sakit Onkologi Surabaya (RSOS) menggelar seminar awam pada Ahad (10/11) pagi. Seminar ini bertajuk Beda Kasus Kanker Payudara, Beda Penatalaksanaannya. Saatnya Kenali Treatment yang Tepat untuk Kanker Payudara.
Dokter Spesialis Bedah RS Onkologi Surabaya Sidharta Himawan menegaskan, seminar ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional pada 12 November dan Hari Pahlawan 10 November.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud penghormatan terhadap semangat juang dan keberanian para pahlawan bangsa, sekaligus mengajak masyarakat untuk berjuang melawan kanker payudara dengan pengetahuan yang tepat,” ungkapnya diwawancarai.
Topik tentang Kanker payudara sendiri diambil mengingat kanker payudara adalah salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh perempuan di Indonesia. Setiap tahunnya, jumlah kasus baru terus meningkat, namun masih banyak yang belum memahami pentingnya deteksi dini dan pilihan penatalaksanaan yang tepat sesuai dengan kondisi tiap individu.
Meskipun telah ada berbagai metode pengobatan yang canggih, namun pemilihan pengobatan yang sesuai tetap harus disesuaikan dengan jenis, stadium, dan kondisi pasien. “Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali lebih dalam tentang kanker payudara dan memahami bahwa setiap kasus memerlukan penanganan yang berbeda,” sambung dokter Sidharta.
Seminar dihadiri 100 masyarakat Surabaya juga disiarkan langsung melalui kanal Youtube official RS Onkologi Suarabaya. Turut hadir Breast Cancer Survivor yang tergabung dalam RSOS Family, serta tamu undangan perwakilan dari sekolah serta instansi kesehatan yang berada di sekitar RS Onkologi Surabaya.
Ario Djatmiko sebagai Founder RS Onkologi Surabaya mengajak masyarakat agar aware dengan kanker. “Bahwa tiap 8 wanita itu ada 2 kena cancer. Maka awarrness itu tertinggi untuk penanganan cancer.” ungkapnya.
Data tahun 1975- 2017 angka kematian kanker di Amerika turun 50 persen. Di Indonesia penderita kanker payudara meningkat. Angka kematiannya juga meningkat. “Di RSOS angka kematiannya turun. Ini artinya bahwa kanker bisa disembuhkan. Maka masyarakat harus aware terhadap bahaya kanker. Rumah sakit onkologi keberadaannya diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam penanganan kanker payudara di Indonesia,” ungkapnya.
Edukasi terkait Kanker Payudara yang disampaikan oleh dr. Jacobus Octovianus, Sp.B, MCh., FICS memberikan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya perempuan, tentang berbagai penatalaksanaan kanker payudara sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran terkini, pentingnya deteksi dini, dan bagaimana memilih pengobatan yang tepat.
“Saat yang tepat adalah ketika kanker ditemukan dalam keadaan dini, lakukan pemeriksaan berkala sebelum ada keluhan. Tempat yang tepat adalah pelayanan kesehatan payudara yang terintegrasi, menerapkan pelayanan sesuai standar khusus penanganan kanker payudara, dan memiliki koordinasi tim medis yang ahli di bidangnya,” jelasnya.
Acara ini juga menghadirkan kegiatan Patient Story dari Breast Cancer Survivors yang tergabung dalam RSOS Family, yang berbagi kisah inspiratif tentang perjalanan mereka melawan kanker payudara dan bagaimana penatalaksanaan yang tepat membantu mereka menjalani proses penyembuhan. Para survivor ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa inilah mereka yang telah menang atas kanker, tetap dapat aktif beraktifitas, memiliki semangat dan kerinduan untuk melakukan edukasi serta memberi motivasi kepada pasien kanker payudara dan juga masyarakat.
Dengan mengangkat tema “Saatnya Kenali Treatment yang Tepat untuk Kanker Payudara”, seminar ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat tentang pentingnya pengetahuan mengenai deteksi dini dan pilihan pengobatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Selain itu, melalui kisah inspiratif dari para penyintas, diharapkan dapat memberi motivasi dan semangat kepada mereka yang tengah berjuang melawan kanker payudara, serta mengedukasi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kesehatan tubuh diantaranya dengan melakukan skrining dan deteksi dini kanker payudara. (Bagus)












