Amphuri Jatim Gelar Workshop Laporan Keuangan dan Pajak, Diapresiasi Peserta

DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Timur menggelar Workshop Pembuatan Laporan Keuangan dan Laporan Pajak Badan yang berlangsung di Hotel Luminor Sidoarjo, Senin (28/4/2025).

Ketua Panitia, Betty Odifa mengatakan workshop ini mengakomodir keinginan travel anggota Amphuri Jatim untuk menggelar pelatihan laporan keuangan.

“Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta dari travel anggota Amphuri Jatim, ada juga yang dari luar Amphuri,” ujarnya.

Ditambahkan Bety, kegiatan ini diharapkan membantu pelaku usaha travel haji dan umrah untuk bisa menyusun laporan keuangan sekaligus laporan pajak.

“Harapannya semoga teman-teman travel bisa memahami dan lebih mudah dalam mengaplikasikan (laporan keuangan) di perusahaannya. Biar bisa menyusun laporan keuangan dan pajaknya sekalian. Setiap tahun kan dibutuhkan,” terangnya.

Masih kata Bety, materi pelatihan ini sangat lengkap, antara lain membuat laporan laba-rugi, arus kas, neraca, buku besar, dan semuanya yang menyangkut laporan keuangan.

Baca juga  Kemenhaj Buka Lowongan Petugas Kesehatan Haji 2027, Daftar Mulai 20 Agustus

“Jadi laporan keuangan kan memang harus dimulai dari awal, jurnal, buku besar sampai menjadi laporan keuangan. Pesertanya langsung praktik, biar bisa. Targetnya travel bisa membikin laporan keuangan yang ke KAP,” jelas Bety.

Menurut Bety, antusias dari peserta pelatihan sangat tinggi. Tidak menutup kemungkinan nantinya Amphuri Jatim berencana menggelar pelatihan lanjutan.

“Masih ada yang ingin ikut, bisa juga nanti kita buka batch berikutnya atau ada level lagi yang untuk pendalaman,” terang owner Odifa Travel ini.

“Amphuri Jatim banyak kegiatan, kalau kemarin kita habis melakukan pelatihan pembimbing manasik, nanti akan ada lagi pelatihan pelayanan excellent, kalau yang rutin itu ada pelatihan tour leader,” pungkasnya.

Sementara itu Antoni SE MSA, sebagai narasumber pelatihan ini menjelaskan bahwa semua aktifitas usaha itu membutuhkan laporan keuangan. Hal itu merupakan kewajiban. Karena dari laporan keuangan itu akan diketahui bagaimana laba-rugi dan aktifitas usaha usaha.

Baca juga  DPR RI Mulai Bahas Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, Dana Capai Rp165 Triliun

“Kalau kita tidak punya laporan keuangan maka kita hanya meraba-raba. Dikhawatirkan pada saat usahanya berjalan dengan baik, tapi duitnya tidak ada dan labanya nggak ada. Itu yang susah. Atau bisa juga labanya banyak tapi duitnya nggak ada. Dengan adanya laporan keuangan kita akan tahu laba kita, uangnya sekian dan kemana aja, kita akan tahu,” jelasnya.

Selain itu, Antoni yang juga Praktisi Perpajakan ini mengatakan bahwa pelatihan ini berguna untuk penyusunan laporan perpajakan.

“Kita kan juga butuh untuk pembayaran pajak. Apalagi kalau kita badan usaha ya harus membuta laporan keuangan nanti sebagai laporan pajak. Apalagi sekarang laporan pajak mendekati akhir pada 30 April untuk tahun 2024,” imbuhnya.

Baca juga  Sidang Tahunan MPR RI, Prabowo Pamer Capaian 83.907 Rumah Sudah Direnovasi Lewat BSPS

Dosen Akutansi Universitas Wijaya Putra Surabaya ini juga menandaskan bahwa nantinya para peserta diharapkan dapat menyusun laporan keuangan dan perpajakan secara mandiri.

“Harapannya bisa dilakukan secara mandiri, kalau bisa. Materinya hari ini untuk penyusunan laporan keuangan dan penyusunan laporan perpajakan,” pungkas Antoni.

Sementara itu pelatihan ini diapresiasi oleh travel peserta. Seperti yang dikatakan Lusa Awanora Alkahsi dari Annamiroh Travelindo Tour & Travel dari Mojokerto.

Menurutnya, pelatihan penyusunan keuangan ini penting sekali. Terutama bagi keuangan biar lebih tertata lagi dan pajaknya biar nggak telat-telat.

“Banyak sekali ilmu yang didapatkan,” tegas Lusa yang ditempatkan di bagian dokumen dan keuangan Annamiroh travelindo. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *