BGN Tiru Jepang Penyajian MBG di Sekolah

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) mengembangkan program percontohan untuk mempelajari pendekatan Jepang dalam penyelenggaraan makan sekolah dan memperkaya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut diberi nama MBG-JICA Pilot dan salah satu pendekatan yang dikaji adalah shokuiku, yakni pendidikan pangan dan gizi yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktis kepada siswa.

Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea mengatakan pembelajaran dari Jepang dapat digunakan sebagai referensi untuk memperkaya pengalaman siswa saat mengikuti program makan di sekolah.

Baca juga  Kepala BP Dony Tegaskan Status Manajer Kopdes Merah Putih Bukan Pegawai BUMN

“Melalui kerja sama ini, kami melihat bagaimana pendekatan shokuiku dapat memperkaya pengalaman anak dalam mengikuti program makan di sekolah. Jadi, makanan bukan hanya diterima dan dikonsumsi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar mengenai pangan, gizi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaannya,” ujar Prima dalam keterangan resmi, Senin (28/9).

Dalam rancangan MBG-JICA Pilot, BGN dan JICA akan mengkaji sejumlah aspek, termasuk pengurangan sampah dan sisa makanan, proses pengiriman dan penyajian makanan, keterlibatan siswa dalam kegiatan makan, serta pendidikan pangan dan gizi.

Pilot tersebut terdiri dari dua komponen, yakni Shokkan Trial di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Shokuiku Activities di tingkat sekolah.

Baca juga  Menteri Amran Beri Bantuan Pendidikan Rp300 Juta ke Keluarga ASN Ditembak KKB

Shokkan Trial diarahkan untuk melihat pengalaman pada sisi penyediaan layanan makanan. Sementara kegiatan Shokuiku di sekolah ditujukan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai makanan dan gizi.

“Kami ingin melihat keterhubungan antara apa yang terjadi di tingkat SPPG dengan pengalaman anak ketika menerima dan mengonsumsi makanan di sekolah. Dari sana, kita dapat mempelajari aspek mana yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat edukasi pangan dan gizi,” kata Prima. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *