Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mendesak China agar menghentikan kekerasan terhadap muslim Uighur.
Sekertaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengatakan bahwa MUI meminta Amerika Serikat (AS) menghentikan dugaan pelanggaran HAM terhadap rakyat Afghanistan dan Palestina.
Pelanggaran HAM
Menurt Anwar China tak bisa membantah lagi bahwa disana ada pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia dari umat Islam.
“Termausk juga sangat sulit bagi pemerintah Amerika untuk membantah dan mengingkari bahwa mereka juga telah melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dari rakyat Afghanistan dan Palestina,” ujar Anwar menjelaskan hasil kunjungannya tersebut.
Hentikan
mUI, kata Anwar, mengimbau dan meminta kepada pemerintah China dan Amerika agar menghentikan segala bentuk kekerasan dan tindakan pelanggaran HAM terhadap umat Islam Uighur dan rakyat Afghanistan dan Palestina.
Kekerasan terhadap umat Islam tak akan membuat perjuangan mereka dalam mendapatkan hak-hak berhenti. Umat Islam, tak akan takut.
“Ketahuilah bahwa cara-cara kekerasan dan pelanggaran terhadap HAM yang dilakukan oleh pemerintah China dan Amerika, terutama terhadap umat Islam tidak akan pernah bisa dan mampu bagi membuat umat Islam menjadi takut dan akan berhenti untuk memperjuangkan nasib dan hak-haknya,” sebut Anwar Abbas.
Karena itulah MUI meminta China dan Amerika Serikat menghormati hak semua orang untuk tinggal di muka bumi ini.
“MUI mengimbau kepada semua pihak terutama kepada pemerintah China dan Amerika agar jangan menyeret dunia kepada hal-hal yang tidak kita inginkan. Bumi ini adalah milik kita bersama. Mari kita jaga agar semua orang yang tinggal di dalamnya bisa mendapatkan haknya untuk hidup dengan aman, tenteram, damai dan bahagia,” terang Anwar. 01/Bagus












