DPR RI Dorong Investigasi Kecurangan Siswa SMA Jawab TKA dengan AI

Anggota Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi, mendukung langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Men dikdasmen) untuk menindak tegas dugaan kecurangan dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA/Sederajat 2026.

Hilman dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/10/2026), menyampaikan penindakan tegas perlu dilakukan kepada seluruh pihak yang terbukti mencoreng integritas pelaksanaan ujian nasional tersebut.

“Kami menerima informasi adanya dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan TKA SMA 2026 dan sangat menyesalkan kejadian tersebut. Kami mendukung langkah Kemendikdasmen untuk investigasi menyeluruh dan pihak yang terlibat harus diberikan sanksi tegas,” katanya, Jumat (30/10/2026).

Satu yang menjadi sorotan legislator bidang pendidikan itu ialah dugaan peserta didik menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI) dalam menjawab soal. Ia menegaskan aksi curang itu merupakan pelanggaran berat.

Baca juga  Kemendikdasmen Akui Pelaksanaan TKA SMA Hari Kedua Terkendala Jaringan

“Penggunaan telepon genggam untuk memotret soal lalu mengunggahnya ke platform AI demi jawaban jelas tidak dapat dibenarkan. Pertanyaannya, bagaimana perangkat yang dilarang bisa masuk ke ruang ujian? Ini harus jadi bagian investigasi,” ujarnya.

Selain menindak siswa pelaku kecurangan, Hilman juga mendorong Kemendikdasmen mengevaluasi jajaran pengawas di lokasi ujian. Investigasi mendalam diperlukan untuk membongkar ada atau tidaknya unsur kelalaian.

Ia pun mendorong Kemendikdasmen memanfaatkan momentum evaluasi ini untuk memperketat standar pengamanan ruang ujian, termasuk penerapan alat pengacak sinyal dan pemeriksaan fisik.

Aturan sanksi bagi peserta, sekolah maupun pengawas diminta diterapkan tanpa kompromi. Menurutnya, kepastian hukum dan keadilan ujian menjadi fondasi utama penataan mutu pendidikan di tanah air.

Baca juga  Kemendikdasmen Siapkan Skema Khusus Pelaksanaan TKA Siswa Terdampak Karhutla

“Jangan sampai ada pembiaran terhadap pelanggaran seperti ini karena banyak siswa yang belajar sungguh-sungguh untuk ujian secara jujur. Jangan sampai siswa yang menjunjung kejujuran justru dirugikan oleh mereka yang mencari jalan pintas,” katanya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *