Unair (Universitas Airlangga) dan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika) gencar mengajak generasi muda untuk peduli iklim dan lingkungan. Seruan ini disampaikan dalam kegiatan diskusi berjudul ‘Aksi Iklim Generasi Muda dan Komunitas untuk Lebih Peduli Iklim & Lingkungan’ di Kantor Kepala Desa Larangan Sidoarjo, Kamis (1/6).
Hadir pagi itu tim Public Health Unair Dr R Azizah, Koordinator Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto PhD, Ketua Komunitas Mutiara Berkah Lestari Soejono dan Kades Larangan, Candi Sidoarjo Agus Siswanto.
Azizah menuturkan kegiatan ini dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup yang jatuh pada 5 Juni 2023. “Kita bersatu bahwa perubahan iklim ini perlu diperhatikan oleh generasi muda,” ujarnya diwawancarai Bagus wartawan majalahnurani.com.
Kenapa ini penting? Menurut Azizah, dampak perubahan iklim ini ada pemanasan global, lingkungan rusak, terjadi kebakaran karena suhu memanas, mencairnya es di kutub utara. “Dari dampak ini generasi muda harus tahu. Harus kita sadarkan. Inilah bentuk Tri Dharma Unair. Dimana di mata kuliah ada pengelolaan lingkungan hidup. Bumi kita satu, harus kita jaga,” urainya.

Sementara Siswanto melaporkan, berdasar data Badan Meteorologi Dunia bahwa suhu rerata bumi tahun 2022 telah meningkat 1,15 derajat dari era pra industri dengan laju 0,85 derajat per dekade. Sementara di Surabaya laju kenaikan suhunya 0,2 derajat per dekade berdasar data BMKG. Karena adanya tren perubahan iklim inilah, maka tahun 2023, musim kemarau diprediksi lebih kering dan lebih panas karena bakal terjadi Elnino mulai September sampai akhir tahun. “Kalau ini dibarengi suhu panas meningkat, maka dampaknya lebih terasa. Maka harus ada penyadaran masif sehingga generasi muda dan semua pihak turut ambil bagian dalam penanggulangan perubahan iklim dan iklim ekstrem,” ujarnya.
Komunitas Berkah Mutiara Lestari, Soejono pun melakukan gerakan masif untuk mencegah peningkatan suhu. Misalnya seperti pengelolan sampah. Dia tak menampik jika sebelumnya masyarakat banyak yang membakar sampah. Akibatnya polusi udara meningkat, suhu memanas. Kini masyarakat mulai sadar karena pengolaan sampah tersosialisasi dengan baik.
“Sehingga kita edukasi masyarakat dalam mengelola sampah. Dipilah-pilah dan tidak dibakar. Kemudian sanksi bagi yang menebang pohon di luar sertifikat tanah miliknya,” jelasnya.
Kades Larangan Agus Siswanto menyambut baik dengan mendukung penuh kolaborasi Unair, BMKG dan komunitas peduli lingkungan. Bahkan dia sepakat jika terus melibatkan generasi muda dalm kegiatan pagi itu untuk menjaga lingkungan. “Alhamdulillah saya berharap kegiatan ini berlanjut. Generasi muda harus disemangati terus untuk peduli lingkungannya,” tandasnya. Bagus










